Kamis 10 Nov 2022 07:58 WIB

Bima Arya Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor telah mencapai 53 persen.

Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor baru mencapai 17 persen dari target 23 persen. Hal itu terjadi lantaran fokus penguatan struktur yang dilakukan tidak bisa dikerjakan secara paralel. Bima Arya Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor
Foto: istimewa
Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor baru mencapai 17 persen dari target 23 persen. Hal itu terjadi lantaran fokus penguatan struktur yang dilakukan tidak bisa dikerjakan secara paralel. Bima Arya Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan pedestrian Alun-alun di daerahnya, untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Dalam peninjauannya pada Rabu (9/11/2022), Bima Arya mendapati pembangunan Masjid Agung Kota Bogor, Jawa Barat yang berada strategis di antara Pasar Kebon Kembang, Pasar Anyar, Stasiun Bogor dan Alun-alun kota itu telah mencapai 53 persen, sementara pembangunan pedestriannya memerlukan penertiban dari aktivitas parkir liar dan pedagang kaki lima.

Baca Juga

"Area parkir di lantai bawah Masjid Agung menjadi titik awal pengecekan yang dilanjutkan ke lantai berikutnya, dimana para pekerja tengah melaksanakan pengerjaan interior Masjid Agung, mulai dari jendela, pintu, mihrab hingga pembuatan ornamen bagian atas untuk mihrab," kata Bima.

Bima Arya yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkot Bogor, Chusnul Rozaqi selanjutnya melihat-lihat proses pembangunan lantai dua masjid yang akan dilaksanakan 2023. Agar mempercepat capaian target dari progres pembangunan interior, rencananya Dinas PUPR mulai pekan depan akan ada opsi penambahan jam kerja. Saat ini para pekerja yang ada tercatat ada 124 pekerja.

Rombongan Wali Kota Bogor berlanjut memantau lokasi pembangunan jalan akses antara Masjid Agung dengan Pasar Kebon Kembang yang direncanakan saling terintegrasi. Usai meninjau pembangunan sekitar masjid, Bima Arya pun melihat kendala dalam penataan pedestrian di sekitar Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat.

Bima menilai parkir liar pengunjung taman tersebut dan masyarakat yang ingin beraktivitas di sekitar Alun-alun, sekadar jajan di kuliner pedagang kaki lima (PKL) sekitarnya, maupun ke pertokoan di sana mengganggu proses penataan pedestrian.

"Segera ditertibkan, khususnya dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kendaraan yang parkir sembarangan memakan badan jalan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement