Ahad 31 Jul 2022 18:15 WIB

Di Sukabumi, Semarak Tahun Baru Islam Lewat Jalan Santai

Nuansa semarak tahun baru Islam masih terasa di Kota Sukabumi.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agung Sasongko
Tahun Baru Islam (ilustrasi). Nuansa semarak tahun baru Islam masih terasa di Kota Sukabumi.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Tahun Baru Islam (ilustrasi). Nuansa semarak tahun baru Islam masih terasa di Kota Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Nuansa semarak tahun baru Islam masih terasa di Kota Sukabumi. Pada Ahad (31/7/2022) misalnya warga di sebuah perumahan di Kota Sukabumi menggelar jalan santai menyemarakkan tahun baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah.

Jalan Santai Gebyar Muharram ini digelar DKM Masjid Al - Istiqomah Perum Cibereum Permai 1, Kota Sukabumi. '' Jalan santai ini dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1444 Hijriyah yang di ikuti warga masyarakat Perum Cibeureum Permai 1,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi yang ikut serta dalam jalan santai tersebut.

Baca Juga

Menurutnya, momen ini menunjukkan warga antusias dalam menyambut tahun baru Islam. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga mendorong agar tubuh warga sehat dengan jalan santai berkeliling kompleks perumahan dan lingkungan sekitar.

Sebelumnya, pada Sabtu (30/7/2022) sekitar seribu orang warga mengikuti Apel Wihdatul Ummah atau apel kebersamaan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Sabtu (30/7/2022). Setelah apel dilanjutkan dengan pawai tarhib Tahun Baru Islam sebanyak 118 mobil hias dari berbagai elemen warga.

'' Alhamdulillah antusasia warga sangat tinggi karena sejak semalam meluapkan kegembiraan dan kecintaan dengan pergantian tahun hijriyah,'' ujar Fahmi. Di mana pada Jumat (29/7/2022) malam digelar Istighosah dan doa bersama di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Muharram terang Fahmi, identik dengan persatuan itulah sebabnya bulan Muharaam Allah catatkan sebagai bulan yang dimuliakan. Muharram identik dengan perubahan itulah sebabnya tidak dapat dipisahkan dengan semangat hijrah.

Pada Jumat malam kata Fahmi telah melaksanakan doa bersama semoga pada 1444 H dapat dilalui dengan husnul khotmah dan Allah berikan kemudahan, kelancaran keberkahan, dan kesuksesan. Mari sama-sama pagi ini dengan menunjukkan dua simbol yakni persatuan.

Makanya dilaksanakan Apel Wihdatul Ummah yakni apel kebersamaan semoga Allah mencatatkan Sukabumi kondusif. Warganya senantiasa bersatu padu menjaga satu dengan lain.

Yang kedua ungkap Fahmi, hari ini tunjukkan semangat melakukan perubahan menjadi warga yang semakin taat kepada Allah dan warga semakin cinta kepada kota dan meninggalkan caci maki, iri dan dengki. Sebab warganya saling menasehati satu dengan lain.

'' InsyaAllah mari bersama-sama bangun Sukabumi kita dengan kebersamaan,'' imbuh Fahmi. Ia mengucapkan terimakasih kepada MUI, alim ulama, dan tokoh agama yang selalu menjaga Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera.n riga nurul iman

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement