Senin 28 Mar 2022 05:28 WIB

Katib Aam PBNU: Pencak Silat Sudah Ditanamkan Sejak Era Rasulullah SAW

Pencak Silat Pagar Nusa merupakan anak kandung Nahdlatul Ulama

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa juga merupakan ajang untuk mengevaluasi pembinaan yang telah dilakukan pimpinan cabang dan wilayah Pagar Nusa.
Foto: Muhyiddin/Republika
Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa juga merupakan ajang untuk mengevaluasi pembinaan yang telah dilakukan pimpinan cabang dan wilayah Pagar Nusa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Katib Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Said Asrori mengatakan, Rasulullah SAW merupakan penglima pencak silat dunia. Karena, menurut dia, Rasulullah telah menanamkan pencak silat kepada para sahabatnya.

Sholawatullahi wassalam, semoga selalu dianugerahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, panglima pencak silat dunia,” ujar Kiai Said Arori saat menyampaikan tausiyah dalam acara penutupan Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Ahad (27/3/2022) malam.

Baca Juga

Dia menjelaskan, pencak silat (dalam arti olah raga bela diri) sebenarnya telah ditanamkan Rasulullah SAW kepada para sahabat, tabiin, ulama, dan sampai kepada Jamiyah NU. Kemudian, NU melahirkan anak yang bernama Pagar Nusa.

“Maka, Pagar Nusa adalah anak kandung Jamiyah Nahdlatul Ulama dalam bidang pencak silat. Ini yang harus kita pegang bersama-sama,” ujar Kiai Said Asrori.

 

Menurut dia, dalam Kejurnas dan Festival IV Pagar Nusa ini para atlet telah menunjukkan gerakan-gerakan lahiriyah, seperti gerakan halus dan gerakan yang khas. Gerakan-gerakan seperti itu, menurut dia, juga harus berpengaruh terhadap gerakan hati.

“Tapi, tentu semuanya di dalam rangka memperjuangkan ahlussunnah wal jamaah, dalam rangka memperjuangkan Islam rahmatan lil alamin, dalam rangka menjaga keberlangsungan NU. Ini yang harus kita pegang untuk kita semua,” kata Kiai Said Asrori.

Kejuaran Nasional (Kejurnas) dan Festival IV Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) ini ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Nusron Wahid dengan memukul gong sebanyak sembilan kali.

“Dengan mengucapkan alhamdulillah marilah kita sama-sama tutup Kejurnas dan Festival ini, Alhamdulillahirabbil alamin, Al fatihah,” ucap Nusron mewakili Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Dengan adanya Kejurnas dan Festival IV, Nusron yakin Pagar Nusa telah bangkit menjadi kekuatan organisasi pencak silat yang profesional di Indonesia, bahkan internasional. “Dengan adanya Kejurnas ini menandakan ada kaderisasi yang sistematis,” kata dia.

Nusron menambahkan, atlet pencak silat yang bergabung dengan Pagar Nusa merupakan pendekar pelopor dan pendekar panutan. Karena itu, menurut dia, kader Pagar Nusa harus menanamkan jiwa pendekar di dalam dirinya.

“Karena pandekar pelopor dan pendekar panutan, tanamkanlah jiwa pendekar ke dalam diri kalian untuk memajukan bangsa, wa bil khusus mamajukan Nahdlatul Ulama,” jelas dia.   

Baca juga : Masjid At Thohir Los Angeles Jadi Simbol Kedamaian Islam

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement