Senin 02 Aug 2021 16:31 WIB

Apresiasi Zikir dan Doa Kebangsaan, MDHW: Tradisi Baik

MHDW berdoa agar Allah SWT segera mengangkat pandemi Covid-19

Ketua Umum MHDW, KH Musthofa Aqil Sirodj, berdoa agar Allah SWT segera mengangkat pandemi Covid-19
Foto: Dok Istimewa
Ketua Umum MHDW, KH Musthofa Aqil Sirodj, berdoa agar Allah SWT segera mengangkat pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) mengadakan Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka.  

Acara yang sudah menjadi agenda kenegaraan setiap tahun sejak 2017 menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus tahun ini mengambil tema "Bersyukur atas Kemerdekaan, Berdoa dan Berikhtiar untuk Mewujudkan Indonesia Maju". 

Baca Juga

Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Musthofa Aqil Sirodj, sekaligus Ketua Panitia acara dalam sambutannya menyampaikan, di tengah impitan pandemi Covid-19 Bapak Presiden RI memerintahkan zikir dan doa Kebangsaan tetap dilaksanakan di Istana Negara meskipun secara virtual. 

Hal itu sebagaimana yang beliau sampaikan pada silaturahim Pengurus Pusat Majelis Dzikir Hubbul Wathon dengan Presiden di Istana Bogor pada 5 Maret 2021 lalu. 

Menurut Kai Musthofa, Zikir dan Doa Kebangsaan ini juga merupakan ikhtiar bersama selain segala upaya yang telah dilakukan secara optimal oleh Pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.   

"Dalam situasi saat ini, kepekaan hati dan solidaritas masyarakat Indonesia sedang diuji. Gotong royong, saling bahu membahu, saling peduli dan kebersamaan adalah modal utama kita untuk menjadi bangsa yang tangguh dan segera terbebas dari segala musibah khususnya pandemi Covid-19," kata Kiai Musthofa. 

Kiai Musthofa menambahkan, kemerdekaan merupakan anugerah terbesar bagi sebuah bangsa, dan tahun ini kemerdekaan Indonesia sudah memasuki yang ke-76 tahun.

Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa dan perjuangan seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya perjuangan serta doa para ulama, kiai, dan habaib.  

Dia mengatakan, dengan dzikir, doa, dan ikhtiar kita tunjukkan optimisme, bahwa kita adalah bangsa  yang tangguh. Bukan hanya mampu menghadapi tantangan dan ujian, melainkan bangsa yang bisa memanfaatkan kesulitan menjadi sebuah lompatan untuk kemajuan bangsa. 

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak, terutama kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin atas kepercayaan dan petunjuk-petunjuknya sehingga Zikir dan Doa Kebangsaan ini bisa dilaksanakan dan menjadi agenda resmi tahunan kenegaraan, sebuah tradisi yang baik," tutup ujar dia.  

Acara dzikir kali ini dipimpin KH Said Aqil Husin Al Munawar dan doa dipimpin  Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya didampingi tokoh lintas agama secara virtual.  

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan selain dihadiri Presiden dan Wakil Presiden juga dihadiri para pimpinan Lembaga Negara, Menteri Agama RI, Menteri Kabinet Indonesia Maju/Setingkat, Panglima TNI, Kapolri, Wantimpres, para pejabat Sekretariat Negara, Forkopimda Provinsi/Kabupaten/Kota, para tokoh lintas agama, jajaran Kemenag RI, pengurus Majelis Dzikir Hubbul Wathon dan pimpinan ormas keagamaan.     

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.

(QS. Al-Hajj ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement