Kamis 28 May 2020 03:05 WIB

Muslim Akola India Sering Bantu Tangani Jenazah Non-Muslim

Organisasi Muslim Akola membantu keluarga tak mampu urus jenazah.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Ani Nursalikah
Muslim Akola India Sering Bantu Tangani Jenazah Non-Muslim. Ilustrasi.
Foto: Rajat Gupta/EPA EFE
Muslim Akola India Sering Bantu Tangani Jenazah Non-Muslim. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, AKOLA -- Salah satu organisasi Muslim di Akola kerap turun tangan membantu pemakaman jenazah di sekitar lingkungannya. Mereka juga kerap membantu pemakaman jenazah pasien Covid-19. 

Bahkan anggotanya tak  hanya membantu pemakaman jenazah Muslim, mereka juga dengan tulus membantu pemakaman jenazah non-Muslim. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Akola Maharashtra, India, organisasi Muslim itu turun tangan mengkremasi jenazah pria beragana Hindu yang ditolak keluarganya. 

Baca Juga

Pria berusia 78 tahun itu meninggal akibat serangan jantung, namun putranya menolak untuk menerima jenazah ayahnya itu. Karena itu anggota organisasi Muslim di Akola memutuskan membantu mengkremasi jenazah. Sementara istri pria yang meninggal itu tengah menjalani perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Akola (GMCH). 

Presiden Organisasi Muslim Akola atau Akola Kutchihi Memon Jamaat, Javed Zakeria mengatakan begitu mendapat laporan kematian pria tersebut, mengambil keputusan untuk membantu ritual terakhir di mana keluarganya tak mampu melakukannya. Organisasi itu memang sering membantu dalam pemakaman warga. Dengan kasus yang terbaru itu, organisasi Muslim di Akola itu telah mengorganisir 60 pemakaman di mana 21 kematian akibat Covid-19 dengan lima orang diantaranya adalah beragama Hindu. 

Menurut Komisaris Divisi Publikasi Rumah Sakit Akola, Amravati Piyush Singh mengatakan pria Hindu yang tak disebutkan namanya itu meninggal setelah pingsan di rumahnya. Pria itu kemudian dibawa dengan ambulans ke rumah sakit namun pria itu telah meninggal.

Singh mengatakan berdasarkan protokol medis bahwa swab untuk mengetahui seseorang terinfeksi covid-19 itu tidak bisa lakukan dari mayat. Namun, pengambilan sampel dapat dilakukan dari kerabat terdekat. 

Maharashtra merupakan salah satu negara bagian di India yang paling parah terdampak virus corona. Pada Ahad lalu, tercatat ada sebanyak 3.041 kasus Covid-19 baru dengan 58 kematian.

Itu membuat total jumlah kasus melonjak menjadi 50.231 di mana 33.988 diantaranya merupakan kasus aktif. Sementara virus corona di India secara keseluruhan telah berada pada rekor lonjakan selama empat hari berturut-turut. Dalam 24 jam terakhir, negara ini mencatat 6535 kasus  dengan total penghitungan kasus menjadi 1.45.380 kasus. Di mana 80.722 merupakan kasus aktif, 60.490 berhasil disembuhkan dan 4167 meninggal dunia. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement