Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Sunday, 12 Ramadhan 1439 / 27 May 2018

Bersama Pos Dai, BMH Gelar Nikah Berkah Suku Wanna

Jumat 11 May 2018 08:03 WIB

Red: Irwan Kelana

Suasana pernikahan mualaf suku Wanna, Kabupaten Morowali Utama, Sulawesi Tengah.

Suasana pernikahan mualaf suku Wanna, Kabupaten Morowali Utama, Sulawesi Tengah.

Foto: Dok BMH
Pemda Morowali Utara mengapresiasi BMH dan Pos Dai Hidayatullah membina mualaf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah bersama Mitra Zakat, Pos Dai, menggelar kegiatan nikah berkah untuk mualaf Suku Wanna yang berada di Kampung Fatu Marando, Desa Salubiro, Kecamatan Batu Rube, Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Nikah berkah ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh 20 pasang pengantin muallaf pedalaman Suku Wana,  28-29 April 2018).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Morowali Utara, Mohammad Asrar Abdul Samad, KUA Kabupaten Morowali Utara dan Dinas Kependudukan serta bebarap perangkat Desa Salubiro.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Morowali Utara, Mohammad Asrar Abdul Samad memberikan apresiasi kepada Laznas BMH dan Pos Dai Hidayatullah Pusat yang telah rela berjuang untuk mereka para mualaf dari pedalaman ini.  “Saya sangat tersentuh dan mendukung program yang dilakukan oleh BMH dan Posdai dalam melakukan pembinaan dan membangun Desa Karya ke depannya,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (8/5).

"Program pemerintah sangat sejalan dengan program BMH dan pos Dai, yaitu bagaimana dapat melakukan pemerataan hingga kampung pedalaman Sulawesi Tengah terkhusus di Kabupaten Morowali Utara ini," imbuhnya.

Nikah berkah adalah bagian penting untuk mengenalkan nilai Islam sejak dini kepada mualaf, terutama dalam hal bagaimana berumah tangga yang baik dan benar sesuai ajaran Islam.

“Nikah berkah ini bertujuan untuk mengenalkan konsep berkeluarga bagi Suku Wanna secara baik dan benar  sesuai ajaran  Islam. Harapan kami,  nikah berkah ini menjadi awal yang baik bagi saudara kita mualaf Suku Wanna untuk lebih mengenal Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” terang Direktur Program dan Pendayagunaan Zakat Baituil Maal Hidayatullah Dede Heri Bachtiar.

photo

Suasana pernikahan mualaf suku Wanna.

Nikah berkah imerupakan tahap awal, mengingat sejak dibukanya pemukiman mualaf Suku Wanna di Fatu Marando, jumlah orang Wana yang tertarik masuk Islam terus meningkat. “Insya Allah mereka yang terus menyusul mendapatkan hidayah, akan kita upayakan untuk dinikahkan kembali secara Islam,” imbuhnya.

Dai Tangguh yang menjadi koordinator pembinaan Suku Wanna, Ustadz Muhaimin menjelaskan bahwa Suku Wana yang tinggal  di Fatu Marando siap menerapkan nilai-nilai Islam dengan baik, seperti mengikuti shalat berjamaah, belajar membaca Alquran dan beragam kegiatan keislaman lainnya.  “Alhamdulillah sejak berdiri Masjid Darussalam di Fatu Marando ini, semua kegiatan pembinaan dapat berjalan dengan lebih baik,” urainya.

Fatu Marando merupakan kampung baru yang dirintis di bawah kaki Gunung Tokala. Untuk sampai ke lokasi dibutuhkan perjalanan yang tidak ringan dan biaya yang tidak sedikit, serta nyali yang cukup. “Hal itu mengingat dalam satu fase perjalanan untuk sampai ke Fatu Marando, tim BMH dan Pos Dai mesti menyusuri hulu Sungai Tokala selama enam  jam perjalanan yang kanan dan kirinya banyak tebing dan tidak ada perkampungan penduduk,” papar Dede Heri  Bachtiar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES