Thursday, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 February 2018

Thursday, 6 Jumadil Akhir 1439 / 22 February 2018

DD dan Kak Seto Kerja Sama Bantu Anak Asmat

Rabu 14 February 2018 14:34 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Dwi Murdaningsih

Anak-anak di Kabupaten Asmat.

Anak-anak di Kabupaten Asmat.

Foto: REPUBLIKA/Muhyiddin
Dompet Dhuafa menggagas program Food Bank for Asmat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Status kejadian luar biasa (KLB) campak telah dicabut oleh Pemerintah Kabupaten Asmat sejak Selasa (6/2) lalu. Namun, persoalan gizi buruk di daerah pelosok Papua ini belum berakhir. Anak-anak Asmat dinilai masih sangat riskan terkena gizi buruk lagi.

Karena itu, lembaga filantropi Islam seperti Dompet Dhuafa (DD) akan mengagas program jangka panjang di Asmat, seperti halnya program Food Bank. Sampai saat ini, Dompet Dhuafa sudah memberangkatkan empat gelombang yang terdiri dari para aktivis kemanusiaan dan para dokter untuk membantu pemulihan kesehatan anak-anak Asmat.

Dalam waktu dekat ini, Dompet Dhuafa akan kembali memberangkatkan gelombang kelima. Kali ini, Dompet Dhuafa akan bekerjasama dengan Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI ) Seto Mulyadi alias Kak Seto. Rencananya Kak Seto akan memberikan motivasi untuk anak-anak Asmat dalam menatap masa depan yang Iebih cerah.

Sekjen Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Henny Adi Hermanoe mengatakan bahwa dalam penanganan bencana kemanusiaan, Dompet Dhuafa dan LPAI sudah sering menjalin bekerjasama seperti halnya saat memberikan bantuan terhadap pengungsi Rohingnya.

"Kali ini LPAI merasa tersanjung sekali menjadi bagian program Dompet Dhuafa yaitu Food Bank for Asmat meskipun KLB sudah dicabut," ujar Henny saat konferensi pers di Kantor Dompet Dhuafa, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Rabu (14/2).

Henny menuturkan, Kak Seto bersama Dompet Dhuafa nantinya akan mendampingi anak-anak Asmat yang masih terkena gizi buruk. Sebagai seorang psikolog, kata dia, Kak Seto mempenyai cara tersendiri untuk memulihkan psikologis anak-anak Asmat. "Sebagai seorang psikolog senior Kak Seto melakukan observasi dan bermain sambil belajar. Beliau juga bisa main sulap. Karena itu, kalau bencana kehadiran beliau sangat diharapkan," ucapnya.

Akar kasus KLB campak dan gizi buruk sejatinya bukan karena faktor kesehatan, tapi juga tak terlepas dari persoalan pendidikan. Karena pendidikan masih kurang, kehidupan masyarakat Asmat pun masih jauh dari kesejahteraan, sehingga anak-anak pun menjadi korbannya.

Ia berharap kehadiran Kak Seto ke Asmat nantinya dapat bermanfaat untuk anak-anak Asmat, khususnya yang terkena gizi buruk. "Pendidikan adalah hal utama," kata Henny.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES