Kamis 04 Jan 2018 21:52 WIB

BMH Salurkan Sembako untuk Santri

Penyaluran sembako untuk santri oleh BMH.
Foto: Dok BMH
Penyaluran sembako untuk santri oleh BMH.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR  -- Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan langkah mulia yang tidak boleh terhenti sampai kapanpun.

Untuk itu, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH)  Megapolitan yang terdiri dari BMH DKI, Depok, Bekasi, dan Bogor terus menjalankan komitmennya mendorong lahirnya generasi bangsa yang cerdas dan religius. Selain melalui program penyaluran berupa Beasiswa Berkah juga ada Porgram Penyaluran Bantuan Makanan Pokok untuk Santri Yatim dan Dhuafa.

"Program penyaluran bantuan makanan pokok untuk santri yatim dan dhuafa telah berjalan lebih dari satu tahun dengan total penyaluran sebesar Rp 150 juta pada 2017 dengan total penerima manfaat sebanyak empat  pesantren putra dan 1 pesantren  putri. Seluruhnya mencakup 500 santri," terang Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH DKI Jakarta, Zainal Abidin dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (4/1)..

Pada awal 2018 ini BMH kembali menyalurkan program serupa di lima  pesantren yang berada di Bogor. Kelimanya adalah Pesantren Ruhama Putra dan Putri Gunung Sindur, Pesantren Umar bin Khattab Bojong Hilir, Pesantren Al-Kautsar Cibinong dan Ma'had Ali di Ciomas.

"Insya Allah program ini akan kami tingkatkan mengingat semakin hari semakin banyak generasi muda yang tertarik belajar di pesantren. Selain juga minat kaum Muslimin dalam program mendukung pendidikan ini sangat baik. Insya Allah, pada 2018 ini kami berharap bisa menyalurkan dana untuk program ini setidaknya Rp 300 juta di Bogor, Jawa Barat," tutur Zainal.

Ketika tim BMH tiba di masing-masing pesantren dengan membawa apa yang menjadi kebutuhan pokok mereka untuk konsumsi, para santri terlihat bahagia dan lanjut berdoa.

"Terima kasih BMH, kami adalah anak-anak yang jauh dari sanak famili, sebagian ada yang tidak lagi memiliki ayah dan ibu. Tapi, melalui BMH,  Allah kirimkan kebaikan-kebaikan untuk belajar kami," ucap Aprianto,  santri kelas VIII asal Palu Sulawesi Tengah yang menuntut ilmu di Pesantren Ruhama Gunung Sindur.

"Semoga BMH dan para muzakki Allah berikan balasan terbaik di dunia dan akhirat," ucapnya.

Selain penyaluran program tersebut, BMH juga menyalurkan program natura untuk dai.  "Program ini sejatinya tidak bisa dipisahkan. Sebab,  tanpa dai, pendidikan anak-anak di pesantren juga tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Zainal.

Oleh karena itu, setiap kali ada penyaluran program pendidikan, BMH selalu melakukannya dengan penyaluran natura dai. “Sebuah program untuk membantu kiprah para dai yang telah berdedikasi bagi kemajuan generasi bangsa," pungkas Zainal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement