Rabu , 06 December 2017, 15:46 WIB

Kapal Kemanusiaan 2 Garap 28 Desa Terpencil di Papua Barat

Red: Agus Yulianto
dok. Istimewa
Program kapal kemanusiaan MER-C ke Papua Barat
Program kapal kemanusiaan MER-C ke Papua Barat

REPUBLIKA.CO.ID, PAPUA BARAT -- Setelah berhasil menjalankan program Kapal Kemanusiaan Papua Barat trip pertama, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) danAsia Muslim Charity Foundation (AMCF) dengan didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali sepakat menjalankan trip ke-2 untuk menjangkau desa-desa terpencil lainnya di Papua Barat. Kali ini wilayah sasaran program adalah pulau Missol, pulau Doom dan pulau Jeffman dengan target sebanyak 28 desa akan dikunjungi oleh tim hingga akhir Desember 2017.

Dalam keterangannya yang disampaikan kepada Republika.co.id, Rabu (6/12), Koordinator MER-C untuk Papua dr Zackya Yahya SpOk mengungkapkan, rasa syukur bisa bersinergi dengan berbagai elemen seperti AMCF selaku pemilik kapal dan Baznas selaku pendukung dana kegiatan khususnya kesehatan. Dengan dukungan itu, maka jangkauan dan manfaat pelayanan MER-C di Papua Barat bisa lebih luas lagi.

"MER-C sudah mempunyai program klinik sosial di Papua dan Papua Barat sejak 2006. Dengan adanya program kerja sama Kapal Kemanusiaan, banyak wilayah-wilayah yang selama ini jauh, sulit dijangkau, dan sulit diakses melalui jalur darat, bisa dicapai dan mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan lainnya yang memang sangat dibutuhkan masyarakat setempat," kata Zackya.

Menurutnya, masyarakat di ujung timur Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang. Hal inilah yang membuat, pihak MER-C bertahan untuk terus mendampingi kesehatan masyarakat baik di Papua maupun di Papua Barat.

Zackya menambahkan, bahwa khusus bidang kesehatan, pelayanan MER-C mencakup pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata, dan penyuluhan kesehatan. Sementara program renovasi, pendidikan dan keagamaan akan dicover oleh AMCF.

"Pagi ini tim MER-C akan berangkat ke Sorong. Selanjutnya pada 8 Desember 2017, kami akan berlayar menuju desa pertama, yaitu desa Yellu di Misool Selatan untuk bergabung dengan tim AMCF di sana," ujar Zackya.

Dengan target 28 desa yang sudah disepakati, MER-C menurunkan 11 personil relawan yang terdiri dari 6 dokter, 3 perawat dan 2 tenaga logistik. Untuk efektivitas waktu, di lapangan nanti tim akan dibagi menjadi 2 karena ada desa-desa yang dapat dijangkau dengan jalur darat dan ada yang tidak. "Satu tim untuk pelayanan di darat, sementara tim lainnya akan berlayar ke wilayah lainnya, terus seperti itu," katanya.

Berita Terkait