Ahad , 12 November 2017, 22:24 WIB

BMH Gelar Doa dan Santunan 1.500 Anak Yatim dan Dhuafa

Red: Irwan Kelana
Dok BMH
Suasana acara doa dan santunan yatim yang diadakan oleh BMH di Depok, Ahad (12/11).
Suasana acara doa dan santunan yatim yang diadakan oleh BMH di Depok, Ahad (12/11).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Keberadaan anak-anak yatim sejatinya adalah cara Allah untuk umat Islam bisa mengaktualisasikan keimanan kepada-Nya. Atas dasar tersebut, Laznas BMH setiap tahunnya senantiasa memberikan layanan kemudahan bagi Muslim yang berkemampuan menyalurkan kepeduliannya kepada mereka yang Allah dan Rasul muliakan, yakni anak-anak yatim dan dhuafa.

“Pada dasarnya program ini adalah media untuk memudahkan kaum Muslimin yang memiliki keterpanggilan, peduli kepada anak-anak yatim dan dhuafa agar memudahkan menyalurkan spirit keimanan mereka kepada Allah sekaligus semangat untuk ikut serta mewujudkan keadilan sosial bagi mereka yang lemah,” kata Direktur Operasional BMH Megapolitan, Ade Syariful Allam di Kantor BMH Depok GDC, Depok, Jawa Barat, Ahad  (12/11).

Ia mengemukakan hal tersebut pada acara  Doa dan Santunan 1.500 Yatim dan yang diadakan oleh BMH. Rilis BMH  yang diterima Republika.co.id, Ahad (12/11) menyebutkan, anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir sebagian besar merupakan anak-anak binaan BMH yang mengikuti pendidikan di beberapa pesantren binaan BMH di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). Ada pula anak-anak  panti asuhan dan warga umum yang berlokasi tidak jauh dari pesantren maupun kantor BMH di Jabodebek.

“Terima kasih BMH, kami dapat kebahagiaan di hari ini. Ada dongeng juga yang membuat kami semangat lagi belajar menjadi lebih baik, ada paket gizi dan santunan, ini benar-benar berharga bagi saya,” terang Sholihin, salah satu peserta event Doa dan Santunan 1.500 Yatim dan Dhuafa asal Jakarta Utara.

Selain Doa dan Santunan, BMH bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS) membuka layanan cek kesehatan yang mendapat sambutan antusias dari penduduk Depok, baik yang berada di sekitar GDC, Cilodong dan Sukmajaya.

“Saya suka sakit kepala, datang ke sini temani ponakan dan ternyata ada cek kesehatan. Subhanalloh, saya tidak saja bahagia karena anak saya gembira, tapi juga bersyukur, karena saya bisa cek kesehatan dan bisa mendapatkan obat secara gratis,” ucap Yayah, warga Depok.

Melihat antusiasme masyarakat, baik donatur maupun pihak penerima manfaat dalam program ini, diharapkan program ini bisa dijalankan secara bergulir setiap tahun.

“Alhamdulillah, luar biasa, ternyata antuasiasme donatur dan kaum muhsinin terhadap acara ini sangat tinggi, termasuk penerima manfaat, sehingga kami harapkan ke depan bisa dijalankan secara bergulir di Jabodebek,” tutur Ade Syafirul Allam.

Terakhir, usai acara, seluruh peserta doa dan santunan sembari membawa paket gizi berkumpul di depan kantor BMH dan mendongak ke atas untuk sesi foto melalui udara sembari mengucapkan, “Terima kasih donatur, terima kasih BMH”  dengan wajah penuh keceriaan dan harapan.”