Jumat , 10 November 2017, 20:22 WIB

SMP Cendekia Baznas Gelar Workshop Bidik Misi

Red: Irwan Kelana
Dok SCB
Dr  Megawati Simanjuntak SP, MSi mengisi workshop Bidik Misi yang diadakan oleh SMP Cendekia Baznas.
Dr Megawati Simanjuntak SP, MSi mengisi workshop Bidik Misi yang diadakan oleh SMP Cendekia Baznas.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2017, SMP Cendekia Baznas mengundang sejumlah SMA/SMK/MA untuk mengikuti workshop mengenai Bidik Misi.  Hal itu dilandasi kesadaran bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki idealisme luar biasa untuk perbaikan bangsa dan negara.

Saat ini pemerintah menyiapkan 75.000 kursi untuk para pemuda yang berasal dari keluarga miskin untuk memasuki dunia kampus melalui program Bidik Misi.

Namun, begitu banyak SMA/MA/SMK sederajat yang sampai hari ini mengalami kendala untuk program Bidik Misi. Sistem komputerisasi membutuhkan sarana yang belum dimiliki pihak sekolah,  bahkan ada banyak sekolah yang tidak memiliki akses internet.

Workshop yang diisi oleh Dr  Megawati Simanjuntak SP, MSi itu diadakan di SMP Cendekia Baznas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/11). Workshop itu ditujukan untuk para pengajar/ guru. 

Peserta workhshop dapat berpraktik langsung di laboratorium komputer SMP Cendekia Baznas. Pasca workshop, SMP Cendekia Baznas berkomitmen untuk memfasilitasi SMA/MA/SMK yang memiliki kendala internet untuk mendaftarakan siswa-siswanya dengan menggunakan laboratorium komputer SMP Cendekia Baznas.

Kegiatan bulanan bagi sekolah-sekolah sekitar ini, pada November 2017,  diikuti oleh  SMA/MA/SMK sekitar. Pemateri,  Dr  Megawati Simanjuntak SP, Msi, merupakan pengajar di Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Ia seorang yang aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Hampir lima tahun terakhir, Dr Megawati Simanjuntak mengelola beasiswa bagi mahasiswa di IPB. Menurut dia, dari  penelitian, kemiskinan seringkali diwariskan. Sebanyak 36 dari 100 orang saat orang tuanya miskin, ternyata anaknya tetap mengalami kemiskinan.

“Bidik Misi diharapkan bisa menjadi rantai pemutus kemiskinan. Tidak mudah, namun kesediaan sekolah yang memiliki fasilitas komputer dan internet lengkap, untuk membantu SMA/MA/SMK sekitar akan menjadi jalan bagi pemenuhan hak para siswa penerima Bidik Misi,” tuturnya.

SMP Cendekia Baznas (SCB),  berlokasi di Ahbabullah Center, Kampung Cirangkong,  Desa Cemplang,  Kecamatan Cibungbulang,  Kabupaten Bogor,  merupakan SMP bebas biaya, berasrama yang menerima 60 siswa puta dan putri setiap tahunnya. SCB didirikan dengan wakaf tanah dari Yayasan Siti Hajar Sudjai dan seluruh gedung waqaf dari Qatar Charity Indonesia.

Seluruh operasional sekolah dibiayai oleh Baznas. Baznas adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Kepres no.8/2001. Baznas bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah  tingkat nasional.