Jumat , 13 October 2017, 17:38 WIB

OJK-Baznas Sinergi Berdayarkan Mustahik Perternak

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto
Republika/ Wihdan
Direktur Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional BAZNAS - Nasir Tajang
Direktur Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional BAZNAS - Nasir Tajang

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercayakan pengelolaan zakat pegawai mereka untuk program pemberdayaan mustahik peternak di Balai Ternak Kabupaten Bekasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pemberdayaan mustahik sesuai bidang kemahiran mereka diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan.

Direktur Koordinasi Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang, dan Diklat Zakat Nasional Mohd. Nasir Tajang menjelaskan, zakat terkumpul sebesar Rp 410,187 juta dari OJK dimanfaatkan Baznas untuk memberdayakan mustahik peternak dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jabodetabek. Program ternak yang mendapat bantuan dari zakat karyawan OJK tersebut adalah program Balai Ternak di Kampung Rawakeladi Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi.

Bantuan yang disalurkan untuk Balai Ternak sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut dipergunakan untuk pengadaan 129 ekor kambing betina, 43 kambing jantan, kandang, dan obat-obatan. Masing-masing tiga ekor kambing betina dan seekor kambing jantan diberikan kepada 43 kepala keluarga mustahik perternak terpilih.

Tiap mustahik peternak terpilih juga mendapat dana perawatan ternak masing-masing sebesar Rp 4,950 ribu. Selain itu, mereka juga mendapat pendampingan dan pelatihan seputar ternak. Target Baznas, per tiga bulan ada dokter hewan yang datang mengecek. Selain juga menyediakan kandang.

Tiap tahun Baznas menebar hewan kurban dan masih kekurangan pasokan. 2017 saja amanah kurban 1000 ekor, sementara binaan Baznas baru bisa mecukupi 200 ekor. ''Kalau kami kurang, Balai Ternak bisa bantu pasok. Dari permintaan kurban saja besar dan semoga bisa dipenuhi,'' kata Nasir, Jumat (13/10).

Kalau saat ini bobot domba 25 kilogram saat kurban bisa mencapai 40 kilogram yang harga sekitar Rp 3 juta, ada perbaikan pendapatan peternak. Melalui Balai Ternak, bahkan pekurban bisa dipertemukan langsung dengan peternak. ''Program ini tidak lain agar yang merasakan manfaat ekonomi juga sampai ke desa,'' ucap Nasir.

Bibit kambing juga berasal dari binaan Baznas. Sehingga jaringan peternak bisa kuat. Selama ini Indonesia impor daging, padahal masyarakat sebenarnya bisa memenuhi itu, tinggal dibantu sedikit sentuhan teknologi.

Selain pendampingan peternakan, Baznas juga akan membimbing para mustahik peternak dari sisi ibadah. Baznas berharap program ini bermanfaat dunia akhirat. ''Kalau hanya berhasil ekonomi, tapi ibadahnya tidak ada kemajuan, kami gagal membina. Semoga ekonomi berhasil, urusan ibadah juga lancar,'' kata Nasir.