Senin , 25 September 2017, 17:43 WIB

Si Merah yang Kokoh

Rep: Ali Yusuf/ Red: Agung Sasongko
Antara
Kemegahan dan keindahan Benteng Agra peninggalan Kerajaan Mughal di Agra, India, selalu menjadi daya tarik pelancong untuk mengenal lebih jauh benteng yang dibangun awal abad ke-15 Masehi ini. Benteng Agra terletak 2,5 kilometer dari Taj Mahal, situs waris
Kemegahan dan keindahan Benteng Agra peninggalan Kerajaan Mughal di Agra, India, selalu menjadi daya tarik pelancong untuk mengenal lebih jauh benteng yang dibangun awal abad ke-15 Masehi ini. Benteng Agra terletak 2,5 kilometer dari Taj Mahal, situs waris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Didominasi warna merah dan motif-motif pahatan ukiran di batu bata membuat Benteng Agra di India ini terlihat kokoh dan padat. Benteng ini juga disebut sebagai Lal Qila atau Benteng Merah.

Bentang yang berada di sekitar 2,5 km ke barat laut dari Taj Mahal ini sangat luas. Benteng membentang di area seluas sekitar 94 hektare nyaris menutupi bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Tak heran bila benteng ini populer pula dengan sebutan Kota Berdinding. 

Benteng Agra ini merupakan benteng terpenting di India. Selain sebagai pusat wisata, benteng yang didirikan oleh Kaisar Mughal Akbar III ini digunakan sebagai tempat penyimpanan harta dan kekayaan negara.

Pada masa kerajaan, bangunan ini menjadi tempat tinggal para penguasa Mughal. Mulai dari Babur, Humayun, Akbar, Jehangir, Shah Jahan, dan Aurangzeb yang secara turun-temurun tinggal di gedung yang terletak di tepi Sungai Yamun di Kota Agra di Uttar Pradesh. Pada masa kejayaan kekaisaran, gedung itu menjadi pusat administrasi negara India.

Kaisar Akbar membangun Benteng Agra ini selama delapan tahun dengan melibatkan 4.000 tenaga kasar. Pembangunan dimulai awal 1565 dan rampung pada 1573. Sebenarnya, Kaisar Akbar tidak membangun Benteng Agra dari nol, pembangunan awal dilakukan oleh Kaisar Humayun. Kaisar Akbar hanya menambah beberapa bangunan agar telihat lebih kokoh dan indah.