Selasa , 10 October 2017, 18:31 WIB

Tabungan QurbanMu Sasar Pemuda yang Ingin Berhenti Merokok

Red: Agung Sasongko
flickr
Berhenti merokok
Berhenti merokok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) PCM Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berinisitif menggulirkan gerakan Tolak Rokok dengan sedekah. Ketua Lazismu PCM Kebayoran Baru, Syaiful Rohim mengatakan, Lazismu menyiapkan wadah untuk para perokok yang ingin menyedekahkan uang rokok mereka.

"Selain sedekahnya agar terbiasa, kita ingin membuat program Qurban, supaya ada kebanggaan dari hasil sedekah itu," ujar dia saat ditemui usai acara, Selasa (10/10) pukul 13.00 WIB.

Karena, lebih lanjut ia mengatakan, Tabungan Qurban memang ditargetkan bagi remaja-remaja yang sudah menjadi pencandu rokok. Ia mengibaratkan jika setiap hari siswa menyalurkan Rp 10 ribu, lalu dilakukan dalam beberapa tahun itu dikumpulkan, kemudian mereka difasilitasi oleh Lazismu untuk hewan qurbannya, mereka bisa menyaksikan hasilnya.

"Bahkan kalau mereka mampu menyembelihnya, kami persilakan. Kalau tidak, mereka bisa menyaksikan apa yang mereka tanam itu, bermakna bagi orang lain, salah satunya orang-orang yang tidak mampu. Dan paling utama adalah membangun kepekaan sosial remaja-remaja kita kepada mereka yang membutuhkan," jelas dia.

Sebetulnya, tidak hanya anak remaja, walau targetnya memang anak remaja, tapi masyarakat umum juga dipersilakan. Menurut dia, jika tidak bisa menyumbangkan harta dalam jumlah besar, maka bisa sedikit demi sedikit sampai kepada waktu yang sudah ditentukan, setahun atau dua tahun, itu akan terlihat.

"Saya kira kalau Tabungan QurbanMu ini mereka menyisihkan, apalagi remaja-remaja yang sudah memasuki dewasa, yang masa-masa pubertas, keinginan untuk merokok sangat tinggi. Lalu kemudian terpapar informasi, dan sedikitnya informasi bahaya merokok, mereka kan ada uang lebihnya bukan disalurkan pada yang lebih membutuhkan, maka kemudian diberi coba-coba kepada rokok," papar dia.

Jika Lazismu beri saluran, lalu beri edukasi bahwa menabung adalah hal yang lebih bagus, tidak hanya semangat untuk berkorban, tapi kemudian mereka juga terlibat membangun kesadaran tauhidnya kepada Allah swt. "Jadi semuanya terpola dengan baik," kata Syaiful.