Selasa 26 Sep 2017 20:47 WIB

Empat Hal Ini Harus Diperhatikan untuk Bentuk Wakaf Ventura

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Endro Yuwanto
Wasekjen ICMI Nurhadi Musawir, Wabendum ICMI Suhaji Lestiadi, Ketua Pokja Bank Wakaf Zainul Bahanoor, Ketua Tim Peramus Bank Wakaf Ventura Indonesia Yuslam Fauzi (dari kiri-kanan) menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika ICMI yang bertemakan Bank Wakaf V
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Wasekjen ICMI Nurhadi Musawir, Wabendum ICMI Suhaji Lestiadi, Ketua Pokja Bank Wakaf Zainul Bahanoor, Ketua Tim Peramus Bank Wakaf Ventura Indonesia Yuslam Fauzi (dari kiri-kanan) menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika ICMI yang bertemakan Bank Wakaf V

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sedang menyusun konsep pembentukan lembaga keuangan ventura wakaf. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembentukannya?

Menurut Peneliti Ekonomi Syariah SEBI School of Islamic Economics Aziz Setiawan, setidaknya terdapat empat hal penting yang perlu diperhatikan secara serius agar lembaga wakaf ventura ICMI dapat berkembang dan tumbuh berkelanjutan.

Pertama, harus memiliki kelembagaan yang kokoh. Karena arah legalitasnya adalah modal ventura, maka setelah memenuhi persyaratan legalitas dari OJK, juga harus memiliki struktur organisasi yang kuat. Terutama terkait tim support manajemen usaha sebagai pendamping pasangan usaha untuk start-up company yang kuat dan tim analis serta manajemen risiko yang bagus.

"Keberhasilan wakaf ventura akan sangat ditentukan oleh tumbuhnya usaha dari pasangan usaha start-up yang dibiayai dan membutuhkan keahlian yang beragam dan kokoh. Karena faktanya 80 persen lebih start-up gulung tikar di tahun pertama," ujar Aziz kepada Republika.co.id, Selasa (26/9).

Kedua, skala ekonomi usahanya. Wakaf ventura harus memiliki target yang definitif agar skalanya bisa ekonomis dan dapat membiayai operasional serta pengembangannya. Dua hal yang penting dalam hal ini terkait dengan sumber funding yang harus besar dan stabil serta pembiayaan sehat yang dikucurkan yang mampu menghasilkan profit untuk membiayai institusinya.

"Semakin besar skala ekonomis yang dimiliki wakaf ventura akan semakin baik. Untuk itu jejaring funding ICMI harus benar-benar harus dioptimalkan," jelas Aziz.

Ketiga, harus memiliki tata kelola atau governance yang baik dan prima. Menjadi persyaratan mutlak bahwa institusi yang dapat tumbuh cepat dan sustain harus memiliki governance yang baik dan profesionalitas yang tinggi karena mengelola dana-dana masyarakat.

Menurut Aziz, ini biasanya menjadi tantangan serius untuk institusi bisnis profesional yang berangkat dari perkumpulan atau ormas yang dinamika politiknya tinggi. Hal ini mutlak harus dimiliki kalau lembaga ini ingin sehat. Dewan komisaris, dewan direksi, dewan pengawas syariah dan pegawainya harus benar-benar didorong profesional. "Harus yang memiliki kompetensi dalam bidang finance dan memiliki track record yang jelas. Jangan asal jatah tokoh, misalnya," kata dia.

Keempat, harus memiliki manajemen risiko dan tim development yang bagus. Sebab, area usaha modal ventura pada bisnis-bisnis yang berisiko, sehingga manajemen risikonya harus benar-benar kokoh dan mampu membaca tren dan siklus bisnis secara baik.

Selain itu, karena pembiayaan atau investasi ke pasangan usaha cukup panjang bisa sampai dengan maksimal 10 tahun, maka kemampuan tim research and development (R&D) untuk melihat peluang usaha mitra menjadi sangat-sangat penting.

Secara umum jika empat hal tersebut bisa dipenuhi, dengan potensi dukungan jejaring ICMI yang besar, Aziz menilai wakaf ventura bisa tumbuh pesat dan sustain dalam jangka panjang. Harapannya dengan demikian dapat menumbuhkan start-up baru yang banyak dan memberikan kontribusi ekonomi besar bagi umat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement