Kamis , 14 September 2017, 16:31 WIB

Butuh Pasukan Kuat untuk Ajak Orang Berwakaf

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agus Yulianto
Republika/Agung Supriyanto
Tradisi wakaf (ilustrasi).
Tradisi wakaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Badan Wakaf Indonesia (BWF) Iwan Agustiawan Fuad mengatakan, perlu adanya pasukan yang memiliki keinginan kuat mengajak orang untuk berwakaf. Termasuk, kepada orang-orang diperbankan.

"Kalau perlu bersilaturahmi. Kita ajak banknya selamat. Ajak memahami instrumen Islam, salah satunya wakaf," ujar Iwan dalam FGD bertema Wakaf Uang untuk Indonesia, di Kampus Umar Usman, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Menurut Iwan, perbankan bisa diajak kerja sama untuk program wakaf yang dikelola oleh lembaga filantropi. Untuk itu, kata dia, perlu adanya gerakan dai yang disebar kepada orang-orang profesional.

Apalai, kata Iwan, potensi wakaf di Indonesia sangat besar untuk dimanfaatkan. Namun, sejauh ini, belum terserap secara baik. Salah satunya karena faktor pola pikir tentang berwakaf yang rendah.

"Mindset kita harus dan terbukti menyatakan dalam kehidupan kita kalau perlu ada ikrar (akan berwakaf)," kata Iwan.

Jika hal mindset sudah tertanam pada seseorang, maka diyakini akan berdampak kepada geliat perwakafan. Untuk itu, Iwan menegaskan, mindset berwalaf perlu dibangun.

Dikatakan Iwan, gerakan wakaf juga dapat menjadi solusi terbaik untuk pertumbuhan lapangan kerja jika dikelola dengan tepat. Apalagi, pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia, belum mencapai tujuh persen. "Kita masuk negara gagal karena belum sampai tujuh persen," ucapnya.