Rabu , 13 September 2017, 16:07 WIB

Save Tahfizh Rohingya

Red: Slamet Riyanto
PPPA Daarul Qur'an
Muhammad Rizwan
Muhammad Rizwan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Muhammad Rizwan (17), penghafal Quran 10 juz, beruntung bisa ikut  Musabaqoh Hifzhil Qur’an (MHQ) se-Asia Tenggara di Jakarta, Januari lalu.

Ia termasuk dalam 22 peserta yang mengikuti MHQ yang baru pertama kalinya tersebut digelar di Indonesia. Ia juga satu-satunya peserta dari Myanmar. Kedatangan ke Indonesia ditemani sang ayah yang juga menjadi teman diskusi dan mentor penguji hafalannya saat berada di Indonesia.

Rizwan ingin jadi WNI, karena kondisi di Myanmar memang tidak kondusif bagi umat Islam. "Tidak hanya di Rohingya saya yang di kota Yangon saja selalu dipandang sinis karena saya Islam. Diskriminasi memang terjadi dalam banyak hal. Ditambah mereka diperkuat oleh militer yang membuat semakin menjadi jadi," tuturnya kepada Ustadz Hendy Setiawan.

Luar biasa lagi, di usia yang sama dengan Rizwan, Rubiah sudah hafal 30 juz. Bahkan ia mengakuinya sudah hafal sejak berusia 14. Subiah terdampar bersama ratusan imigran Rohingya lainnya yang kemudian diselamatkan oleh para nelayan Aceh Utara pada 2015. Ia lalu menempati lokasi penampungan di TPI Kuala Cangkoi. Kini Subiah hidup di rumah detensi imigrasi.

PPPA Daarul Qur'an saat ini tengah mempersiapkan perizinan untuk bisa masuk ke tempat-tempat pengungsian di Bangladesh. Insya Allah akhir September tim akan bergerak dengan membawa bantuan dari Masyarakat Indonesia.

Saat ini masyarakat Rohingya masih membutuhkan bantuan dari kita di Indonesia dan masyarakat Indonesia, #KitaBersamaRohingya. Untuk donasi dapat disalurkan melalui Rekening Kemanusiaan atas nama Yayasan Daarul Quran sebagai berikut : BCA    603-030-8059, CIMB Niaga Syariah 520-01-00384-006 dan Mandiri 101-00999-19993 atau klik https://sedekahonline.com/donasi/bersama-bantu-rohingya


Berita Terkait