Senin , 11 September 2017, 17:13 WIB

Emil Serahkan Bantuan ke Rohingya Rp 4,3 Miliar Lewat ACT

Rep: Zuli Istiqamah/ Red: Agus Yulianto
Republika/Edi Yusuf
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil resmi menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp 4,3 miliar untuk etnis Rohingya. Bantuan ini disalurkan lewat lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Pendopo Kota Bandung, Senin (11/9).

Emil sapaan Ridwan Kamil, menghimpun bantuan untuk korban konflik kemanusiaan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar melalui penggalangan dana lewat crowd funding  kitabisa.com. Selama satu pekan, donasi yang terkumpul mencapai Rp 3.132.816.069 atau 313 persen dari target yang dicanangkan di awal sebesar Rp 1 miliar. Hingga penutupan penerimaan bantuan, total ada 19.689 donatur.

Sementara itu, di lingkungan Pemkot Bandung juga digalang dana bantuan dari ASN di berbagai SKPD. Bantuan langsung juga diberikan masyarakat Kota Bandung dan pengusaha. Bantuan yang terkumpul senilai Rp 1.226.069.977, sehingga total yang disalurkan melalui ACT adalah Rp 4.358.886.046.

Emil  mengapresiasi, banyaknya bantuan yang masuk. Dia pun mengaku, tidak menyangka jumlahnya bisa berkali-kali lipat dari yang ditargetkan. "Saya bilang tadi kok kenapa bisa besar  ini kombinasi tiga hal, empatinya yang luar biasa,  ketemu teknologi yang memudahkan dan ketemu intensitas komunikasi," katanya.

Senior Vice President ACT, N. Imam Akbari sangat mengapresiasi inisiasi Emil dan besarnya animo masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Bandung atas inisiatif dan empatinya bergerak dalam menghimpun kepedulian untuk etnis Rohingya yang kini menderita. “Insya Allah ACT siap menyalurkan amanah hebat dari masyarakat Bandung ini," ujarnya. 

Sejak tahun 2012, lanjutnya, atas nama bangsa indonesia, ACT sudah 13 kali mengirimkan tim untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat Rohingya. Untuk aksi terkini kami telah memberangkatkan 2 Tim SOS for Rohingya ke bangladesh (pengungsian) dan langsung ke Rakhine state, Myanmar.