Sabtu , 09 September 2017, 17:23 WIB

Rumah Infaq Lantik 12 Calon Dai dan Hafidz Quran

Rep: Dea Alvi/ Red: Endro Yuwanto
Dok. Rumah Infaq
Rumah Infaq mengadakan Rapat Kerja Nasional, di Bumi Cikeas, Bumi Cikeas  Convention Resort jl. Parung Aleng No. 16 Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Rumah Infaq mengadakan Rapat Kerja Nasional, di Bumi Cikeas, Bumi Cikeas Convention Resort jl. Parung Aleng No. 16 Sentul, Bogor, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID,  BEKASI -- Rumah Infaq menggelar kaderisasi ulama penghafal Alquran dan peresmian Markas Huffadz di Metland Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/9). Dalam acara tersebut, terlihat 12 calon dai yang akan menerima beasiswa Markas Huffadz dan akan menjalani masa karantina selama satu tahun.

"Ini akan menjadi bekal untuk mereka dalam menyiarkan ajaran-ajaran Islam di daerah-daerah pelosok Indonesia,'' ujar Direktur Marketing Rumah Infaq Sri Mulyaningsih.

Sri menjelaskan, 12 calon dai tersebut nantinya akan ditempatkan di masjid-masjid yang telah dibangun oleh Rumah Infaq di daerah pelosok, namun sebelumnya mereka akan menjalani karantina untuk memperdalam ilmu dan penghafalan al-quran selama enam bulan, dan pendalaman ilmu-ilmu islam seperti fiqih, tafsir, tauhid dan lainnya oleh para ahli selama enam bulan pula.

“Setelah dirasa siap, mereka akan ditempatkan di masjid-masjid yang telah dibangun Rumah Infaq, seperti di Ambon, Nias, Papua, Kalimantan, dan daerah lainnya,” kata Sri saat ditemui Republika.co.id dalam acara Launching Markas Huffadz di @HOM Hotel, Metland Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu (9/9).

Rumah Infaq, kata Sri, memang telah berencana untuk menyediakan dan mendistribusikan dai-dai yang nantinya akan menghidupkan masjid-masjid di daerah terpencil. Markas Huffadz yang nantinya berpusat di Metland Tambun, akan menjadi pusat penggemblengan bagi para calon dai sebelum dikirim untuk mensyiarkan agama Islam.

Sri menjelaskan, seluruh calon dai, selama dua tahun pengabdian akan dibiayai oleh Rumah Infaq dan akan diberikan upah atas kerja kerasnya dalam berdakwah. Sebelumnya, Rumah Infaq telah menyeleksi sekitar 30 peserta berusia 17 tahun hingga 25 tahun dari seluruh Indonesia yang harus menunjukkan kefasihan dalam membaca Alquran dan memahami dasar-dasar ajaran islam.

“Rumah Infaq memang memilih calon dai yang sudah memahami dan fasih membaca Alqur''an agar nantinya dalam masa karantina hanya perlu ditambahkan dengan penghafalan qur''ann,” kata Sri.

Salah satu calon dai, Wahmi Nur Tanjung (20 tahun) mengatakan sangat bahagia karena dapat terpilih dan mendapatkan beasiswa Markas Huffadz. Perempuan asal Nias Utara ini mengaku mendapatkan informasi tentang beasiswa tersebut dari sepupunya, dan selanjutnya terbang dari Nias ke Bekasi untuk mengikuti seleksi.

Wahmi mengatakan, meskipun saat ini dia masih dalam proses menghafalkan Alquran, namun ia memiliki target untuk dapat menghafal seluruh isi Alqur'an, bukan hanya bacaan tapi juga maknanya.

Wahmi menjelaskan, alasannya mengikuti seleksi Beasiswa Markas Huffadz adalah tak lain untuk memberikan kebahagiaan dan rasa bangga bagi kedua orang tuanya yang saat ini sedang menunggu kesuksesannya. “Alasannya untuk memberikan mahkota kemuliaan kepada orang tua,” kata dia.