Selasa , 08 August 2017, 19:28 WIB

LazisMu Jerman Salurkan Bantuan ke Berbagai Lokasi Banjir

Red: Ilham Tirta
Dok Lazismu
Penyaluran bantuan LazisMu di Kabupaten Tolitoli
Penyaluran bantuan LazisMu di Kabupaten Tolitoli

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Sebagai salah satu lembaga sosial yang bertujuan untuk misi kemanusiaan, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Jerman telah mengirimkan bantuan dana ke berbagai lokasi banjir yang terjadi di Indonesia selama tahun 2017. Hingga berita ini terbit, LazisMu Jerman sudah empat kali mengirimkan bantuan dana ke empat lokasi banjir yang berbeda.

Ketua LazisMu Jerman, Ria Tristya Amalia mengatakan, dana bantuan tersebut berasal dari warga Muhammadiyah dan warga Muslim Jerman. “Meskipun jumlah dana bantuan di tiap lokasi banjir tidak begitu besar, tapi kami berharap bantuan tersebut bisa merata dan berkesinambungan untuk di daerah lainnya,” kata Ria melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (8/8).

Bantuan pertama disalurkan untuk banjir yang terjadi di salah satu lokasi di Provinsi Aceh. Bantuan dana yang dikirimkan ke rekening LasizMu Aceh sebesar Rp 2.300.000, dan berkoordinasi dengan ketua posko banjir, yaitu Bapak Muhammad Yamin. Bantuan dana ditransfer pada Maret 2017.

Kedua, banjir di Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dana yang diberikan adalah sebesar Rp 1.500.000 melalui Bapak Arif Jamali Muis, Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, untuk kemudian diteruskan langsung kepada tim posko MDMC di lokasi banjir. Dana diberikan pada 11 Mei 2017.

Ketiga, banjir yang terjadi di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dana sebesar Rp 2.300.000 ditransfer ke rekening PDM Tolitoli pada 29 Juni 2017. Koordinasi dilakukan dengan ketua LazisMu Tolitoli, Arif.

Keempat, banjir yang terjadi di Kabupaten Belitung Timur. Dana yang diberikan sebesar Rp 2.300.000 melalui rekening PDM Belitung Timur (Beltim). Koordinasi dilakukan dengan salah satu pengurus Muhammadiyah Beltim, Sumarno. Dana ditransfer pada 7 Agustus 2017.

LazisMu Jerman baru secara resmi berdiri pada 2016. "Jadi kami akan terus berusaha melakukan yang terbaik di Jerman ini untuk menyebarluaskan dan mensyiarkan tujuan global kemanusiaan agar Islam benar-benar bermanfaat untuk alam semesta," kata Ria.

Berita Terkait