Rabu , 12 July 2017, 14:33 WIB

Balqis Hafal Alquran untuk Bahagiakan Orang Tua

Red: Agung Sasongko
Dok. PPPA Daarul Quran
Balqis Daarul Quran
Balqis Daarul Quran

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Matanya yang berkaca-kaca mewakili keinginan Balqis (19) untuk bisa menjadi hafiz Quran. Salah satu santriwati Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus Bangun Reksa ini memang memiliki target menghafal Alquran 30 juz dalam waktu satu tahun.

Begitu mulia keinginan gadis belia ini, sebab hafalan Qur’an yang ia punya dipersembahkan untuk kedua orangtuanya. Ia hanya ingin mendapat ridho dari Sang Pencipta dengan berupaya mengabulkan cita-cita ayah dan ibunya.

“Mau nyari ridho Allah, karena kan ridho Allah itu ada di orangtua. Sedangkan orangtua Balqis itu pengen punya anak yang hafal Qur’an. Makanya Balqis semangat ngafal Qur’an,” ujarnya dengan senyum simpul dan mata yang masih berkaca-kaca.

Suka duka menghafal Qur’an pun dilalui santriwati yang berasal dari Cilegon ini. Kondisi kesehatan Balqis memang yang paling lemah di antara teman-temannya satu pondok. Penyakit asmanya sering kambuh. Ia juga terkena asam lambung saat mulai menghafal Qur’an.

“Sering sedih juga karena sakit-sakitan jadi ngerepotin teman-teman di pondok. Balqis sampai sempat digotong ke rumah sakit dan ke bidan karena asma. Kan jadinya ganggu mereka juga yang sedang ngafal, tapi Balqis senang sekali di sini teman-teman sangat baik,” tuturnya.

Pun dengan sejumlah keluarga yang tak mendukungnya untuk mondok di pesantren. Sang nenek misalnya ingin Balqis meneruskan kuliah atau bekerja. Sementara kedua orangtuanya yang ingin melihat Balqis hafal Qur’an pun sempat tak tega saat mengetahui anaknya sakit-sakitan di pondok dan menyuruhnya pulang.

Namun, ujian tersebut tak jadi penghalang Balqis untuk tetap semangat mencapai target 30 juz dalam satu tahun. Alhamdulillah, hafalannya kini sudah mencapai 17 juz. Balqis tetap mondok dan menghafal Qur’an di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhasuss Bangun Reksa.

“Enggak nyangka sudah sampai segini (17 juz) hafalannya. Karena dulu megang Qur’an aja jarang. Balqis pengen berubah yang lebih baik lagi. Mumpung orangtua Balqis juga masih ada, Balqis mau buat mereka senang,” ujarnya.

Jika sudah hafal 30 juz, Balqis ingin menjadi guru tahfizh. Ia juga punya impian untuk kuliah di Univeritas Al Azhar, Mesir. Mari doakan dan dukung Balqis untuk mencapai cita-citanya. Semoga semakin banyak generasi penghafal Qur’an seperti Balqis sehingga bisa meneruskan perjuangan dakwah Qur’an PPPA Daarul Qur’an untuk melahirkan semakin banyak hafizh Qur’an. InsyaAllah, Aamiin.

Sumber : PPPA Daarul Quran