Jumat , 07 July 2017, 17:00 WIB

Saatnya Pemulung Wonosobo Naik Kelas

Red: Dwi Murdaningsih
MAI
Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation bekerja sama dengan BMT Marhamah Wonosobo meresmikan pabrik pengolahan sampah untuk pemulung di Jl. Lingkar Selatan Km 5, Desa Wonosobo, Kamis (6/7).
Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation bekerja sama dengan BMT Marhamah Wonosobo meresmikan pabrik pengolahan sampah untuk pemulung di Jl. Lingkar Selatan Km 5, Desa Wonosobo, Kamis (6/7).

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO -- Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation bekerja sama dengan BMT Marhamah Wonosobo meresmikan pabrik pengolahan sampah untuk pemulung di Jl. Lingkar Selatan Km 5, Desa Wonosobo, Kamis (6/7). Program tersebut merupakan implementasi rencana yang sebelumnya pernah diungkapkan dalam Public Ekspos 2017, Januari silam.

Dalam pemanfaatannya,  pabrik menyediakan mesin giling yang berfungsi sebagai pencacah sampah menjadi bagian kecil. Setelahnya, sampah tersebut akan dijual ke pabrik pengolahan sampah plastik secara kiloan. Setelah program berjalan, 27 orang penerima manfaat yang merupakan pemulung dari daerah dekat lokasi pabrik dapat menjual hasil pulungannya dengan harga lebih tinggi dari harga sebelumnya saat mereka menjual ke pengepul.

Terbukti, setelah menjadi salah satu penerima manfaat, para pemulung mendapatkan kenaikan upah sekitar Rp 800 ribu. Urip Widodo, salah satu penerima manfaat program ini mengucapkan terima kasih kepada MAI Foundation yang sudah membantu pemulung dengan mengadakan bank sampah yang lebih dekat lokasinya. Sehingga para pemulung bisa memulung 2 sampai 3 kali.

Mengenai kebermanfaat Program Pemulung Naik Kelas,  Sudarto, (56 tahun) mengungkapkan sehari bapak asal Margorejo itu bisa menghasilkan pendapatan sekitar 40-70 ribu rupiah.  "Alhamdulillah, bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga," kata dia.