Senin , 19 Juni 2017, 17:05 WIB

APP Wakafkan 500 Mushaf Alquran di Pekalongan

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Agung Sasongko
Istimewa
APP Sinar Mas menyerahkan 500 Mushaf Alquran.
APP Sinar Mas menyerahkan 500 Mushaf Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto mengatakan, pihaknya secara simbolik menyerahkan mushaf Alquran kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Pimpinan Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Nuril Arifin Husein di Ponpes Miftahul Huda, Kedungwuni, Pekalongan.

Selama ini, ujar  Sulitiyanto, Asia Pulp & Paper Sinar Mas telah mewakafkan 500 mushaf Alquran bagi warga Pekalongan, Jawa Tengah. "Wakaf Quran adalah komitmen kami mendukung langkah pemerintah memperluas ke tersediaan Alquran di masyarakat," katanya dalam siaran persnya, Senin, (19/6).

Sejak tahun 2008, APP Sinar Mas telah mendonasikan lebih dari 500 ribu mushaf Alquran beserta buku panduan membaca Alquran, Juz Amma, serta Alquran braille bagi tuna netra, baik melalui mitra, maupun berbagai pilar bisnis Sinar Mas yang tersebar di sejumlah wilayah. 

Pada tahun ini, Sinar Mas berencana mewakafkan hingga 100 ribu mushaf. Khusus di bulan Ramadan intensitas Wakaf Quran terus ditingkatkan dengan menggandeng lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, sosial serta anggota masyarakat lainnya.

Seluruh Alquran yang diwakafkan, terang Sulitiyanto, dibuat menggunakan sinar tech atau dikenal sebagai Quran Paper (QPP). Ini jenis kertas yang dikembangkan APP melalui PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Tangerang. Hal itu guna menjawab kebutuhan umat muslim akan kertas berkualitas.

"Hal yang utama, proses produksi QPP telah memenuhi kaedah kehalalan yang tersertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Sulistiyanto.

Ia menambahkan, Sinar Mas juga kembali menggelar bazar minyak goreng bagi warga Pekalongan. Bazar rakyat dilakukan selain untuk berbagi dengan sesama, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat yang umumnya diikuti kenaikan harga minyak goreng di bulan Ramadan.

Bazar minyak goreng, lanjutnya, diharapkan memberi efek psikologis yang menenangkan masyarakat bahwasanya pasokan memadai dan tidak terjadi lonjakan harga.