Senin , 19 June 2017, 11:17 WIB

Dudu, Remaja Suku Togutil yang Sangat Ingin Masuk Islam

Red: Irwan Kelana
Dok BMH
Suku Togutil di Halmahera, Maluku Utara, tertarik kepada Islam dan secara berangsur-angsur  menjadi Muslim.
Suku Togutil di Halmahera, Maluku Utara, tertarik kepada Islam dan secara berangsur-angsur menjadi Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, HALMAHERA TIMUR -- Sejak sebagian kecil dari Suku Togutil menyatakan diri bersyahadat, kini gelombang antusiasme memeluk Islam dari suku terasing di Pulau Halmahera itu kian menggembirakan.

"Mereka yang lebih awal masuk Islam, ternyata dinilai lebih baik oleh yang belum, sehingga mereka ingin juga memeluk Islam," tutur dai tangguh BMH Ustadz Nur Hadi dalam rilis Baitul Maal Hidayatullah (BMH) yang diterima Republika.co.id, Senin (19/6).

Hal ini seperti diungkapkan oleh Dudu yang masih remaja, yang baru saja bersyahadat (18/6). "Saya melihat, kenapa keluargaku ini (sembari menunjuk remaja Suku Togutil yang masuk Islam lebih awal) sekarang punya nama Hamzah, terus kenapa dia bisa berubah, hidup dengan pakaian bersih, tidak kelaparan, dan kayaknya nyaman. Hamzah bilang, Islam itu bagus, saya tertarik masuk Islam," ungkapnya kepada Nur Hadi.

Dudu kini diberikan nama hijrah Ahmad Muzakki. Remaja asal hutan di Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara  itu mengaku bahagia akhirnya bisa masuk Islam. "Saya senang sekali, saya mau tinggal di Pesantren Hidayatullah Ternate bersama saudaraku Hamzah. Belajar lagi Islam," ucapnya.

Sejauh ini berdasarkan survey langsung ke lokasi, BMH Pusat berencana untuk membuat Rumah Singgah sebagai centra pembinaan muallaf Suku Togutil di Sofifi.  "Rumah Singgah ini sangat mendesak, karena kalau semua harus dibina di Ternate, kita akan terkuras energi untuk jarak, biaya dan waktu. Oleh karena itu, kami mohon dukungannya, untuk membangun Rumah Singgah di Sofifi," pungkas Nur Hadi.

Berita Terkait