Jumat , 19 May 2017, 16:54 WIB

MER-C dan Pemerintah Myanmar Sepakati Lokasi RS Indonesia

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agus Yulianto
dok Mer C
Rencana pembangunan rumah sakit di Myanmar
Rencana pembangunan rumah sakit di Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, RAKHINE -- MER-C dan Pemerintah Myanmar sepakati lokasi untuk pembangunan RS Indonesia, yaitu di Desa Myaung Bway, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar. Lokasi ini dipilih setelah Tim Pembangunan RS Indonesia yang terdiri dari Ichsan Thalib, Idrus M. Alatas dan Faried Thalib melakukan kunjungan langsung ke lapangan, Kamis (18/5).

Kunjungan didampingi oleh Kepala Kesehatan Rakhine State Swei Tein, Pelaksana Fungsi Politik KBRI Yangon Bonifatius A Herindra dan tiga kontraktor yang berminat mengikuti tender pembangunan RS Indonesia.

“Lokasi berjarak sekitar 2,3 km dari lokasi lama yang telah Tim MER-C kunjungi pada Agustus 2015 lalu,” ungkap Ichsan Thalib yang sudah tiga kali mengunjungi Rakhine State, Myanmar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/5).

Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia di Myanmar ini mengatakan, bahwa lokasi disepakati karena dilihat dari strategisnya sama dengan lokasi yang lama. Bahkan di lokasi baru mobilisasi warga ke RS akan lebih memungkinkan. Di sini lebih ramai dan lebih dekat dengan pemukiman warga baik Muslim maupun Budha.

Dia mengungkapkan, lahan RS Indonesia yang diberikan pemerintah Myanmar sekarang juga lebih luas, yaitu sekitar 7.000 meter persegi, terletak di pinggir jalan raya Sittwe–Yangon. Hal penting lainnya, tambah Ichsan, lokasi ini juga tetap mudah diakses dan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Rakhine State dari kedua belah pihak baik Muslim maupun Budha.

Di samping lahan RS Indonesia, saat ini, ada rumah sakit tua yang dibangun tahun 1972 yang sudah mengalami beberapa kerusakan. Pada kesempatan kunjungan tersebut Tim memberikan santunan pada para pasien yang terbaring di bangsal rumah sakit yang sekitar 70 persen adalah warga Muslim. Tim memberikan santunan kepada pasien baik Muslim maupun Budha dan kepada paramedis.

Rumah sakit inilah yang selama ini menjadi tumpuan warga sekitar dikala sakit. "Apabila RS Indonesia telah selesai, maka operasional pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang ada akan dipindahkan ke RS Indonesia," katanya.

Pembangunan RS Indonesia adalah program kerjasama MER-C (medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia) dengan dukungan Pemerintah RI. MER-C kembali mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam mewujudkan program ini.

RS Indonesia di Myanmar diharapkan dapat menjadi salah satu diplomasi kemanusiaan dalam bidang kesehatan yang dapat mendorong terciptanya perdamaian bagi warga Muslim dan Budha di negara ini.