Kamis , 20 April 2017, 16:07 WIB

Baznas akan Bantu Mustahik Peserta BPJS Kesehatan

Rep: Fuji EP/ Red: Agung Sasongko
Baznas
Baznas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama BPJS Kesehatan menjalin kerjasama dan meluncurkan program crowdfunding. Program tersebut dibuat untuk membantu mustahik peserta BPJS Kesehatan yang memiliki masalah kemampuan membayar iuran (ability to pay).

Direktur Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, Baznas ingin mendorong orang-orang miskin agar mendapatkan hak yang sama melalui program crowdfunding. Sehingga, Baznas diharapkan mampu mengurangi jumlah orang miskin yang tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan.

Jadi, dengan bantuan tersebut, mereka akan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. "Mudah-mudahan ini diterima oleh publik, disebarluaskan, sehingga makin banyak yang bisa dibantu," kata Arifin kepada Republika.co.id saat diskusi di Media Center BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (20/4).

Arifin menjelaskan, sekarang sudah banyak orang membantu orang yang sedang sakit. Nominal bantuannya besar-besar. Tapi, dengan program crowdfunding, orang bisa membantu yang sakit dengan biaya kecil. Artinya, Baznas mengcover pembayaran iuaran BPJS Kesehatan sebesar Rp 25.500 setiap bulannya untuk satu orang yang dibantu. Maka orang tersebut saat sakit bisa mendapatkan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan

"Jadi, dengan memberikan Rp 25.500 kita telah menjamin kesehatan satu orang dhuafa, satu orang miskin di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, diterangkan Arifin, Baznas fokus pada penanggulangan kemiskinan. Masalah kesehatan merupakan bagian dari mata rantai kemiskinan. Jadi, mata rantainya harus diputus. Contohnya, orang miskin tidak mengenyam pendidikan sehingga mereka tidak sehat. Karena tidak sehat mereka tidak produktif.

Jadi, kalau orang miskin sehat, maka mereka bisa produktif. Kalau sudah produktif mereka bisa menghasilkan penghasilan. Baznas berharap dengan memutus mata rantainya akan dapat membantu menciptakan keluarga yang mandiri di masa depan.

"Jadi, penting bagi Baznas untuk masuk ke dalam isu kesehatan," jelasnya.

Selain itu, zakat Indonesia juga dikembangkan dan diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB. Masalah kesehatan menjadi salah satu dari fokus perhatian SDGs. Baznas juga telah berkomitmen menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di Indonesia.

Arifin menegaskan, kenapa Baznas menyambut baik kerjasama dengan BPJS Kesehatan karena di negeri ini masih banyak orang miskin. Tapi, negeri ini juga dipenuhi oleh orang-orang dermawan. Banyak hasil survei yang mengatakan Indonesia dipenuhi orang-orang dermawan.

"Sehingga ketika tawarannya mengajak masyarakat yang mampu menyumbang bagi kesehatan orang-orang miskin, maka kami menganggap ini tugas utama Baznas," tegasnya.