Ahad , 19 March 2017, 22:40 WIB

Dompet Dhuafa Lakukan Program Air di Pulau Panggang

Rep: kamran Dikarma/ Red: Dwi Murdaningsih
Pixabay
Air bersih
Air bersih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak Januari 2017, Dompet Dhuafa memulai program "Air Untuk Kehidupan" di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jakarta. Program ini dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di pulau tersebut.

Penanggung Jawab Program Air Untuk Kehidupan Ahmad Sodik mengungkapkan selama ini masyarakat di Pulau Panggang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sehari-hari, warga, kata dia, biasa membeli air bersih yang dipasok dari Pulau Pramuka dan Pulau Karya. "Mereka membeli air karena air sumur di sini masih asin. Walaupun asin, sebagian warga masih memanfaatkan air asin tersebut untuk kebutuhan mencuci pakaian dan mandi. Kemudian mereka bilas menggunakan air yang telah dibeli," tuturnya kepada Republika.co.id, Ahad (19/3).

Warga Pulau Panggang biasa membeli satu gerobak air bersih yang terdiri dari enam hingga delapan jeriken air. Adapun harga air per gerobak yakni sekitar Rp 30 ribu.

Selain membeli, warga di sana juga biasa memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan mencuci, mandi, serta konsumsi. Air hujan tersebut didapatkan warga dengan cara membuat tempat-tempat penampungan air di permukiman mereka. Setelah ditampung, air akan diendapkan terlebih dulu sebelum dimanfaatkan.

Ahmad mengatakan, wujud program Air Untuk Kehidupan di Pulau Panggang sebenarnya persis dengan kegiatan penampungan air hujan yang dilakukan warga. "Tapi bedanya kita melakukannya dengan teknologi filter sehingga air yang berhasil ditampung bisa langsung dimanfaatkan," ucapnya.

Untuk alat penampungan air, Dompet Dhuafa menyediakan toren berkapasitas 300 liter. "Dari toren penampungan, air akan dialirkan ke toren berikutnya yang berkapasitas seribu liter. Dari sini, air hujan akan masuk ke pipa filter yang terdiri dari ijuk, karbon aktif, pecahan bata, busa dakron, dan batu zeolit," kata Ahmad menjelaskan.

Setelah melewati proses filter, air akan ditampung di toren ketiga. Air di toren inilah yang dapat dimanfaatkan oleh warga Pulau Panggang untuk kebutuhan sehari-hari mereka. "Saat ini kita telah memiliki dua alat tampung dan filter air hujan di Pulau Panggang, yakni di RT 05/01 dan RT 03/01. Keduanya kita letakkan di fasilitas umum, seperti di RT 05 ini yang kita taruh di musala agar warga lebih mudah memanfaatkan," ucap Ahmad.