Senin 20 Feb 2017 08:44 WIB

YBM BRI Berdayakan Pesantren Pertama Pendidik Suku Baduy

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto
jahe
Foto: corbis
jahe

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Berperan mendidik anak-anak Suku Baduy di Banten, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI memberdayakan Pesantren Sultan Hasanuddin melalui beasiswa dan program ekonomi.

Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Jakarta 3, Chandra Dispratomo, menuturkan, di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, berdiri Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin, yang memiliki 110 santri putra dan putri. Kecamatan Leuwidamar juga dikenal dengan sebutan wilayah Suku Baduy sebab sebagian besar Suku Baduy menetap di sana.

Di sana juga Pesantren Sultan Hasamuddin rintisan Kyai Zainudin Amir, telah lama merangkul anak-anak Suku Baduy. Perlahan dengan pasti, pembekalan ilmu dan pengetahuan Agama Islam, tertanam di anak-anak Baduy.

Melihat aktivitas Suku Baduy yang nomaden dan belum banyak merasakan pendidikan, melatar belakangi Kyai Zainudin mendirikan Pesantren Sultan Hasanuddin yang dirintis pada 1985. Telah lebih dari 30 tahun, Pesantren Sultan Hasanuddin konsisten membumikan Islam di Tanah Baduy melalui dakwah keliling ke seluruh pelosok Banten.

''Melihat konsistensi tersebut, YBM BRI melalui program beasiswa kami menyuntikkan semangat belajar bagi santri di pesantren binaan Kyai Zainudin tersebut. Ada 30 santri penerima beasiswa dimana 20 di antaranya adalah anak Suku Baduy,'' ungkap Chandra dalam keterangan tertulis kepada Republika, Senin (20/2).

Selain beasiswa, YBM BRI pada akhir 2015 memberikan bantuan berupa pembuatan fasilitas MCK baik bagi pondok pesantren maupun masyarakat umum. Santri-santri juga diberikan bibit jahe merah dan pembekalan penanamannya oleh YBM BRI.

Luas area tanam jahe merah sekitar 200 meter persegi dan mampu menghasilkan sekitar dua ton jahe merah saat panen. Jahe merah dijual ke Pasar Ciboleger dan keuntungannya digunakan untuk membantu biaya operasional pesantren.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement