Selasa 09 Feb 2016 16:47 WIB

Ekonomi Melemah, Masyarakat Tetap Berzakat

Rep: c23/ Red: Agung Sasongko
Zakat
Foto: Antara
Zakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga amil zakat Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat mengaku tetap  mengalami peningkatan penerimaan zakat meskipun kondisi ekonomi nasional sedang melemah. Bahkan, Rumah Zakat, membukukan peningkatan penerimaan zakat sebesar 25 persen pada 2015 lalu.

Pengamat zakat dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Amelia Fauzia menilai situasi ekonomi yang melemah memang jarang memberikan dampak pada minat masyarakat berzakat. "Justru ketika ekonomi melemah, maka semakin meningkat solidaritas sosial masyarakat sebagai manifestasi dari kesalehan sosial mereka," jelasnya pada Republika.co.id, Selasa (9/2).

Hal itu juga telah dia buktikan sendiri ketika melakukan penelitian tentang penerimaan zakat oleh Dompet Dhuafa pada periode krisis ekonomi Indonesia, yakni tahun 1997 hingga 2000. Hasil studinya menunjukkan, kendati krisis, Dompet Dhuafa masih mengalami peningkatan penerimaan donasi, termasuk zakat.

"Justru rata-rata dobel," ujar Amelia.

Selain karena solidaritas sosial, menurutnya, motivasi yang mendorong masyarakat untuk tetap berzakat di tengah kondisi ekonomi yang melemah, juga tidak terlepas dari faktor religius. "Muslim meyakini bahwa zakat adalah ibadah wajib bagi yang mampu dan dapat menjadi amal sosial, serta mensucikan diri dan harta mereka," tuturnya.

Solidaritas, kata dia, termasuk dalam faktor kultur sosial. Sedangkan ibadah, tergolong sebagai faktor spiritual. Dua faktor tersebut, menurut Amelia, yang selalu menjadi motivasi masyarakat untuk tetap berzakat.

Walaupun kondisi ekonomi sedang mengendur atau mengalami penurunan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement