Rabu 17 Oct 2012 08:32 WIB

Menyiasati Air Minum Selama di Tanah Suci (2-habis)

Rep: Hannan Putra/ Red: Dewi Mardiani
Air zamzam dalam kemasan, ilustrasi
Foto: aufaline
Air zamzam dalam kemasan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Walaupun pihak yang berwenang di sana menyediakan gelas-gelas sekali pakai untuk meminum air Zamzam di Haram Al Syarif, jamaah terkadang tidak terbiasa dengan hal ini. Seringkali gelas-gelas yang sudah terpakai tercampur dengan gelas-gelas yang belum terpakai, hal ini membuat bingung.

Jika anda tidak yakin apakah gelas yang anda dapatkan masih baru atau sudah terpakai, hendaknya anda membilas gelas itu terlebih dahulu sebelum anda menggunakannya. Infeksi-infeksi sering ditularkan melalui pemakaian gelas bersama.

Jutaan manusia datang dari seluruh penjuru dunia dengan budaya higienis yang berbeda-beda. Apa yang dianggap kotor atau menjijikkan bagi seseorang, mungkin saja dianggap normal oleh orang lainnya. Hindarilah infeksi-infeksi dari sumber ini.

Pihak yang berwenang dalam urusan haji di Arab Saudi melakukan pekerjaan yang baik dalam menjaga kebersihan area dan penampung-penampung air Zamzam. Gelas-gelas bersih selalu tersedia. Walaupun jutaan orang tumpah-ruah di Tanah Haram, pihak yang berwenang tetap menjaga fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan agar tetap bersih.

Hendaknya anda pastikan bahwa air minum anda aman. Minumlah cairan dalam jumlah yang cukup, terutama air, selama anda di sana.

Ada kabar yang mengatakan, setelah musim haji tahun 1420 H/2000 M, pihak yang berwenang dalam masalah kesehatan di Prancis menyita air Zamzam yang dibawa jemaah haji Prancis dari Makkah. Air Zamzam itu diduga telah terkontaminasi.

Pada awalnya, air Zamzam itu diduga telah terkontaminasi bakteri kolera. Namun kemudian, dugaan itu diralat. Analisis laboratorium yang dilakukan atas sepuluh wadah air Zamzam menemukan pertumbuhan bakteri pseudomonas. Air Zamzam itu lantas dinyatakan tidak layak untuk diminum, dapat membahayakan kesehatan, dan akhirnya dibuang.

Bisnis penjualan air Zamzam dalam wadah plastik yang sedang berkembang di Makkah membawa resiko kemungkinan kontaminasi. Selama musim haji tahun 1420 H, para penjual air Zamzam ini dapat dijumpai di mana-mana. Metode pengisian dan aspek higienis dari air Zamzam yang mereka jual patut dipertanyakan.

Hendaknya anda membeli wadah air sendiri. Cucilah wadah air itu sebersih-bersihnya dan isilah dengan air Zamzam langsung dari sumurnya atau dari sumber yang terpercaya. Hal ini setidaknya dapat meminimalisasi risiko kontaminasi.

sumber : Panduan Kesehatan Haji dan Umrah, Oleh Dr Farouk Haffejee
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement