Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Rabu, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 Januari 2018

Warga Terdampak Gempa Tasik Dapat Bantuan Dua Ribu Sak Semen

Jumat 12 Januari 2018 14:42 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda

Penyerahan bantuan 2000 kantung semen pada korban bencana gempa Tasikmalaya, Jumat (12/1). Bantuan diberikan dari dana Corporate Social Responsibility Bank DKI lewat Rumah Zakat.

Penyerahan bantuan 2000 kantung semen pada korban bencana gempa Tasikmalaya, Jumat (12/1). Bantuan diberikan dari dana Corporate Social Responsibility Bank DKI lewat Rumah Zakat.

Foto: Rizky Suryarandika/REPUBLIKA

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Lembaga filantropi Rumah Zakat menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank DKI berupa dua ribu kantung semen di kantor Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (12/1). Penyaluran bantuan dalam rangka kepedulian pada korban bencana gempa di wilayah tersebut.

Corporate Secretary Bank DKI Zulfarshah mengatakan penyaluran bantuan CSR ini diharapkan bisa meringankan beban korban bencana alam. Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank DKI, meski wilayah terdampak bukan wilayah kerja Bank DKI.

"Ini sebagai upaya revitalisasi bangunan serta sarana dan prasarana yang terkena dampak bencana gempa yang melanda Tasikmalay," katanya dalam momen penyerahan bantuan.

Ia menyebut Bank DKI telah merealisasikan penyaluran CSR senilai 4,8 milliar rupiah sepanjang tahun 2017. Pemberian CSR diperuntukkan bagi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sosial kemasyarakatan, pendidikan, kebudayaan dan bencana alam.

"Adapun lebih dari 90 persen penyaluran CSR tersebut diberikan kepada warga DKI Jakarta. Sisanya pada warga di luar DKI seperti di Tasikmalaya ini yang terkena bencana gempa," ujarnya.

Direktur Fundraising Rumah Zakat Asep Nurdin mengatakan pemilihan lokasi penyaluran bantuan sudah berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Sehingga diharapkan penyaluran bantuan bisa tepat sasaran.

"Pemilihan lokasi dilihat dari jumlah kerusakan paling banyak dengan koordinasi ke BPBD," ucapnya.

Sebelumnya, gempa melanda wilayah Priangan Timur pada pertengahan Desember lalu. Titik pusat gempa berada di Kabupaten Tasik. Sekitar seribuan rumah mengalami kerusakan berkategori ringan, sedang hingga berat di Tasik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES