Jumat , 08 September 2017, 09:33 WIB

Fasilitator Rumah Zakat Gelar Pelatihan Bank Sampah

Red: Gita Amanda
Rumah Zakat
Rumah Zakat berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Lingkungan Hidup Magelang menggelar pelatihan bank sampah kepada warga.
Rumah Zakat berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Lingkungan Hidup Magelang menggelar pelatihan bank sampah kepada warga.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Berawal dari mitra kerja di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Magelang, Fasilitator Desa Berdaya Bringin, Martini, bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam Kemenag dan juga sebagai fasilitator bank sampah kecamatan Srumbung, Ibu Azizah Herawati, bersinergi dalam program berbasis lingkungan. Mereka menggelar pelatihan bank sampah.

Rabu (6/9) lalu, bertempat di Balai Pertemuan Desa Bringin diadakan Penyuluhan dan Pelatihan Bank Sampah se-Kecamatan Srumbung. Acara ini, di mulai dengan tilawah oleh Aprilia Erna Safitri, Anak asuh Rumah Zakat, di lanjutkan dengan sambutan dari Fasilitator Rumah Zakat dan Kepala Desa Bringin. Acara di buka oleh Bapak Camat Srumbung, yaitu Bapak M.Taufiq Hidayat Yahya.

Materi bank sampah di ulas langsung oleh tiga pemateri yaitu Sri Murni Ediyanti, S.H. dari Dinas Lingkungan Hidup Magelang, Khusni dari Lingkungan Hidup Puskesmas Srumbung dan Azizah Herawati, selaku fasilitator bank sampah Kecamatan Srumbung.

Materi yang disampaikan mulai dari bagaimana mengelola sampah yang merupakan ancaman bagi masyarakat, dan akhirnya sampah itu menjadi peluang, sampai bagaimana cara menyadarkan masyarakat agar peduli sampah. Peserta penyuluhan dan pelatihan ini terdiri dari dua orang delegasi setiap desa di seluruh Kecamatan Srumbung, satu orang setiap dusun di seluruh Desa Bringin dan 25 orang khusus Dusun Sikepan

"Desa Bringin menjadi prioritas untuk mengikuti pelatihan ini karena Desa Bringin adalah desa binaan Rumah Zakat,” ujar Martini.

Dia pun menuturkan para peserta penyuluhan dan pelatihan bank sampah sangat antusias, banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta terkait bagaimana teknis di lapangan untuk bank sampah ini. Martini mengatakan berharap para peserta pelatihan menjadi pelopor bank sampah di dusunnya masing – masing.