Selasa , 16 Mei 2017, 19:05 WIB

Tren Donasi Ramadhan Diharapkan Jadi Gaya Hidup

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Audy Alwi
CEO Rumah Zakat Nur Efendi (kiri) berbicara di hadapan para wartawan, di Jakarta, Selasa (16/5).
CEO Rumah Zakat Nur Efendi (kiri) berbicara di hadapan para wartawan, di Jakarta, Selasa (16/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Rumah Zakat, Nur Effendi melihat tren untuk berdonasi masyarakat di bulan suci Ramadhan selalu meningkat berkali-kali lipat. Karenanya, ia berharap, tren itu dapat dipertahankan menjadi gaya hidup sepanjang tahun.

"Harapannya, tren untuk berbagi (berdonasi) di bulan suci Ramadhan bisa menjadi semangat bahkan gaya hidup sepanjang tahun," kata Nur, Selasa (16/5).

Ia menekankan, sebagai lembaga amil zakat nasional (laznas), Rumah Zakat memiliki peran strategis berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Maka itu, Nur merasa, gaya hidup berdonasi memperbesar peluang memberdayakan masyarakat yang kurang mampu.

Nur mengungkapkan, keistimewaan bulan suci Ramadhan mampu meningkatkan tren berdonasi para donatur Rumah Zakat dan masyarakat secara umum. Tahun lalu saja, sebanyak 125.173 paket bantuan dapat tersalurkan RZ ke seluruh Indonesia, dari tahun 2015 yang jumlahnya 110.291 paket bantuan.

"Jadi, walau kategori donasi yang paling banyak diamanahkan masyarakat adalah zakat, semoga program Senyum Ramadhan jadi alternatif pilihan donasi muzakki dan masyarakat Indonesia," ujar Nur.

Untuk tahun ini sendiri, Rumah Zakat mengusung tema Ramadhan Happy Energy, dengan niat memberi kebanggaan bagi siapapun yang memberi dan menerima bantuan. Hal ini terinspirasi dari semangat masyarakat akan animo berbagi, yang diharapkan mampu menjadi bagian gaya hidup masyarakat.