Kamis , 18 May 2017, 00:51 WIB

Tokoh Agama Buddha Ini Ajak Semua Pihak Kembali Tenang

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Agus Yulianto
Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kelima kanan), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (keempat kanan) dan tokoh-tokoh lintas agama menyampaikan keterangan pers usai pertemuan di Istana Merdeka (Ilustrasi)
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kelima kanan), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (keempat kanan) dan tokoh-tokoh lintas agama menyampaikan keterangan pers usai pertemuan di Istana Merdeka (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Budi Tan menyatakan, imbauan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan gesekan-gesekan antarkelompok di masyarakat, dinilai suatu hal yang luarbiasa. Karena itu, dia mengajak, semua pihak untuk dapat kembali menenangkan diri dan membersihkan pikiran agar tercapai kedamaian.

"Saya rasa semua agama memberikan pencerahan dan mengharapkan kedamaian. Khususnya kami orang budha selalu berdoa agar bisa hidup damai dan rukun agar menimbulkan kebahagiaan," kata Budi saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (17/5).

Menurut dia, imbauan presiden juga tidak hanya berlaku bagi warga negara Indonesia. Namun, setiap orang yang hanya sekedar datang, belajar, atau berbisnis di Indonesia juga harus menanamkan prinsip kedamaian.

Budi meyakini, jika semua orang sudah melakukan kegiatannya berlandaskan agama dipastikan tidak akan terjadi masalah apapun. Kini lebih baik kita memikirkan masa depan, lanjut dia, jangan memunculkan perbedaan ras dan agama lagi.

"Soal ekonomi, politik dan lain-lain itu ke sekian lah yang paling penting kedepankan hidup yang damai dan rukun," tegas Budi.

Dia mengatakan, dengan kembalinya masyarakat hidup tanpa memandang ras, suku, dan agama akan dicapai persatuan Bangsa. Dia berharap, semua pihak bisa bersama-sama membangun kedamaian dan kebahagiaan.