Senin , 13 March 2017, 18:52 WIB

Menag Sambut Baik Rencana Matakin Gelar Kongres Internasional

Red: Agus Yulianto
foto : MgROL_54
 Uung Sendana.
Uung Sendana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik rencana Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) untuk menggelar Kongres umat Konghucu sedunia di Indonesia. Hal ini disampaikan Menag saat menerima pengurus Matakin di Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Umum Matakin Uung Sendana, Wakil Ketua Bratayana Engkowawijaya, Sekretaris Umum Peter Lesamana, serta jajaran pengurus lainnya. Menag didampingi Sekjen Nur Syam, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Ferymeldi, dan Kabiro Kepegawaian Ahmadi.

Kepada Menag, Uung menyampaikan rencananya untuk menyelenggarakan Kongres Konghucu tingkat dunia di Indonesia. "Rencananya, pada 13 - 15 Oktober 2017 mendatang. Matakin hendak mengundang para pemeluk Konghucu di berbagai belahan dunia untuk kongres. Beberapa pemeluk Konghucu di beberapa negara seperti Tiongkok, Taiwan, Kostarika, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Australia dan lain sebagainya, siap datang," ujarnya, Senin (13/3).

Sebelum Kongres, kata Uung, Matakin berencana mengadakan pertemuan dengan para tokoh Islam. Pertemuan ini rencananya akan digelar bekerja sama dengan MUI. "Semoga pertemuan antara Matakin dan para tokoh Islam ini mampu memberi hal positif bagi Indonesia," tutur Uung.

Selain membahas rencana Kongres Internasional, Matakin juga berdiskusi tentang Kepala Pusat yang membidangi Agama Konghucu di Tubuh Kemenag, ASN Konghucu di Kemenag, dan hal lain terkait perkembangan ormas Konghucu di Indonesia. Konghucu, menurut Uung, adalah agama lama yang telah dianut, sejak 202 SM. "Pada sekitar 1911-an, saat Tiongkok berubah dari kekaisaran menjadi Republik, agama Konghucu diubah menjadi filosofi negara," ucap Uung.

Sumber : kemenag.go.id