Kamis 25 Jan 2018 18:00 WIB

Cassiano Tertarik Pelajari Wudhu

Usai bersyahadat, Cassiano Pelajari ibadah dalam Islam

Mengingat Allah Ilustrasi.
Foto: ANTARA FOTO/Jojon
Mengingat Allah Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Ratna Ajeng Tejomukti 

 

Dia memulai kehidupan baru sejak berkunjung ke Dubai. Sejak saat itu, dia tidak pernah bisa tinggal di satu tempat tanpa adanya masjid.

Cassiano berasal dari Kota Petronilla, Brasil. Sejak kecil hingga dewasa, dia tidak mengerti mengapa seseorang meyakini dan memeluk agama. Pada mulanya, dia berpandangan agama bukanlah hal yang nyata.Ajarannya hanya memuat cerita fiksi yang tidak terasa nyata dalam kehidupan.

Meski demikian, Cassiano mendapatkan pendidikan Kristen dari keluarganya. Namun, berbagai pandangan kritisnya tentang agama membuat dirinya tak begitu dekat dengan tempat ibadah. Makin hari dia makin jauh dengan gereja dan mulai melangkah ke arah berlawanan dengan kehidupan agama.

Pada akhirnya, dia tak lagi memercayai satu agama pun. Dia beranggapan, lebih baik memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan yang lebih nyata dibandingkan dengan agama. Baginya semua agama seperti lelucon. "Saya menjadi berlawanan dengan agama, tidak percaya agama. Saat itu rasanya sangat sulit untuk memercayainya.Saya seperti Martin Luther King yang hilang kepercayaan terhadap agama seratus persen," kata dia dilansir di aboutislam.net.

Merasakan kehampaan 

Suatu ketika, Cassiano membawa gitar kesayangannya. Dia bermain di sebuah karnaval di Rio de Janeiro. Hari itu baginya tidak terasa baik. Entah mengapa dia merasakan kesedihan yang amat dalam.Usai bermain gitar, dia memutuskan untuk pulang setelah bermabuk-mabukkan di jalan.Saat menyusuri jalan, dia melihat banyak orang mabuk dan terus-menerus berkata ingin pulang ke rumah.

Meskipun banyak yang mabuk, dia melihat mereka seperti bayangan semata.Baginya, malam itu sungguh aneh. Kemudian, perasaan sedih makin menjadi-jadi.Setelah tiba di rumah, Cassiano kemudian mandi dan masuk kamar. Anehnya, saat itu dia langsung bersujud tanpa mengetahui apa itu sujud.

Setelah bersujud di lantai, dia pun langsung menangis. "Tuhan, tolong bawa saya keluar dari negara ini atau saya akan mati." Permintaan itu terlontar dari mulutnya dengan susah payah, setelah melalui tekanan dan krisis batin berkepanjangan.

Ini adalah titik balik dirinya. Yang semula membenci dan tidak mengakui agama beserta konsep Tuhan di dalamnya, kini dia mengaku membutuhkan Tuhan dalam hidupnya yang tidak akan pernah dilupakan.Satu bulan setelah itu ternyata doanya terkabul. Dia berada di Dubai.

Perjalanan itu terjadi atas arahan seorang teman. Sebelum dia berangkat, temannya bercerita tentang kota di negeri Emirate. Cassiano sempat bertanya mengenai Dubai dan di mana letaknya. Setelah mendapat penjelasan, dia baru tahu kota itu terdapat di Timur Tengah, di negeri yang didirikan Syekh Zayed, penguasa terkenal yang mewakafkan sebagian hartanya untuk kemaslahatan umat.

Pada mulanya, dia tidak terlalu mengenal negara-negara Timur Tengah. Kawasan tersebut kerap dipandang sebelah mata. Dia berpikir di negara tersebut banyak orang yang berperang dan mereka beragama Islam.

Dia berpikir bahwa Muslim akan membunuh orang lain, bahkan sesamanya. Hal itu membuat Cassiano mewaspadai diri untuk berhati-hati. Rekannya pun tertawa dan meyakinkan Cassiano bahwa Dubai tidak seperti yang dipikirkannya.

Sang teman yang juga Muslim juga memberitahukan kota itu penuh dengan pembangunan infrastruktur yang membanggakan Cassiano pun terkejut dan lebih waspada. Namun, temannya tetap meyakinkan dia untuk datang dan melihat Dubai dengan mata kepalanya.

Hijrah 

Saat memutuskan pergi ke Dubai, dia tidak membayar biaya perjalanan sepeser pun. Selama ini dia merasa telah mengambil jalan yang salah serta melakukan segala hal yang salah. Ketika menemukan Islam, dia merasa Allah telah menunjukkan jalan penuh hikmah sehingga menjadikannya lebih baik.

Adel, pria yang sebelumnya mengajaknya ke Dubai, sudah seperti adik dan sahabat Cassiano selama di Dubai.Adel sangat membantunya dalam setiap langkah yang dipilih dan dia juga teman diskusi yang baik. Banyak hal yang dapat didiskusikan dengannya, terutama mengenai Islam. "Alhamdulillah, dia adalah sahabatku di sini.Dia mengajariku segala hal tentang Islam," kata dia.

Saat itu dia merasa bahwa Allah- lah yang membimbingnya untuk mengunjungi Dubai. Anggapan Cassiano pun berbeda setelah mengenal Muslim, apalagi mereka yang tahu bahwa dia mualaf. Saat itu dia pergi untuk shalat Jumat di sebuah masjid di Sharjah. Masjid tersebut dipenuhi ribuan orang.

Setelah shalat, dia mengucapkan syahadat. Usai ikrar sebagai Muslim inilah jamaah masjid mengetahui dia berasal dari Brasil. Banyak yang mengira orang yang berasal dari Brasil adalah pemain sepak bola, termasuk dirinya.

Rupanya, ketika mengucapkan syahadat saat itu terlalu kuat di depan semua orang.Sehingga, banyak orang beramai-ramai mengucapkan selamat kepadanya. Hampir dua jam dia berada di masjid.Tak hanya mengucapkan selamat, bahkan mereka memeluk dan menciumnya serta memberinya buku Islami.

Peristiwa tersebut tak pernah dilupakannya. Setelah menjadi Muslim, mereka akan mengakui pria Muslim sebagai saudaranya. Saat ini Cassiano mengaku memiliki banyak saudara laki-laki dan merasa senang.

Mendalami Islam 

Hal pertama yang dia pelajari mengenai Islam adalah ibadah. Apakah wajib hukumnya bagi setiap Muslim beribadah setiap hari. Dari Adel dia mengetahui bahwa setiap Muslim diwajibkan beribadah, yakni shalat lima waktu. Tak hanya memberikan pelajaran awal, Adel pun mencontohkan seperti apa shalat lima waktu.

Hal yang paling menarik adalah saat mempelajari wudhu. Menurut dia, setiap orang pasti menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membersihkan diri, entah itu mandi, mencuci tangan, mencuci wajah, ataupun bagian tubuh lainnya. Jika bertemu dengan teman, biasanya akan mandi dan menyemprotkan parfum terlebih dahulu.

Namun, di agama yang sebelumnya, dia merasa, mengapa saat bertemu Tuhan tidak mandi dan membersihkan diri? Islam mengharuskan bersuci saat menghadap Allah. Ketika bertemu dengan orang lain saja tubuh harus bersih dengan penampilan terbaik. Sudah sepantasnyalah jika menghadap Allah seseorang dalam keadaan suci dan berpenampilan terbaik

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement