Rabu , 13 September 2017, 14:52 WIB

Arisa Chan Bersyahadat karena Pelajari Budaya Melayu

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Risa Mizuni, Mualaf asal Jepang saat mengunjungi Masjid Tokyo Camii

Sebanyak 10 Muslimah Malaysia menjadi saksi Arisa memeluk Islam. Saat akan mengucapkan syahadat di depan umum, dia dimbing oleh Misbahur Rahman Yousfi, direktur organisasi Islam yang organisasinya juga ada di Jepang. Sejak saat itu, namanya menjadi Nur Arisa Maryam. Dia kemudian menangis haru, melaksanakan shalat Isya pertama kali sebagai Muslim dan berdoa di masjid selama hidupnya.

Tantangan Setelah bersyahadat di depan publik, Arisa memberitahukan ke luar ganya tentang dirinya yang kini menjadi Muslim. Adik perempuannya banyak belajar Islam, sehingga dia turut berba hagia dengan jalan yang dipilihnya.

Tetapi, tidak dengan ibu. Dia tidak dapat menerima Arisa menjadi Muslim.

Ibunda Arisa menyukai orang Muslim, tetapi dia tidak pernah menyangka putrinya akan menjadi seorang Muslim. Arisa merasa ibunya khawatir mengenai kehidupan barunya.

Jepang bukanlah negara Islam dan sulit bagi orang Jepang untuk mengerti bahwa mereka memercayai agama. Karena, bagi orang Jepang agama adalah budaya, sehingga tidak terlalu memperhatikan persoalan ketuhanan. Mereka menganggap Islam bukan agama orang Jepang, tetapi orang asing.

Ibunya khawatir dan tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Bahkan, sang ibu sempat melontarkan kata-kata kasar yang tidak ingin mengakui anak perempuannya lagi. "Itu adalah momen paling menyedihkan dalam hidupku, saya ingin menangis, tapi tidak melakukannya karena iman saya kepada Allah dari hati saya," jelas dia.

Arisa pun terus mendoakan ibunya agar membuka hati. Alhamdulillah, tiga hari kemudian, sang ibu mengakui ke sa lahannya. Arisa kerap menyajikan masakan halal di rumahnya.