Rabu , 13 September 2017, 14:52 WIB

Arisa Chan Bersyahadat karena Pelajari Budaya Melayu

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Risa Mizuni, Mualaf asal Jepang saat mengunjungi Masjid Tokyo Camii
Alquran

Suatu hari, teman itu mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Arisa ,"Assalammualaikum Arisa. Apa Kabar? Pernahkah kamu melafalkan kalimat laa ilaha illallah sebelumnya? Jika membacanya sepenuh hati, kamu bisa masuk surga, insha Allah," kata temannya melalui pesan singkat.

Temannya melanjutkan, syahadat sangat penting. Jika benar-benar beriman kepada Allah dan mengatakan mengucapkan kalimat tahlil, artinya seseorang telah menjadi Muslim. Sejak saat itu, Arisa mendapatkan saudara perempuan seiman. Arisa mencoba membaca syahadat dan tahlil di dalam kamar seorang diri. Dia pun me nangis bahagia karena merasakan kedekatan dengan Allah.

Agustus 2014, Arisa memutuskan untuk belajar Islam di Malaysia selama sebulan dan tinggal sementara di rumah temannya. Di sana, dia mengetahui tentang sejarah peradaban Islam dan berbagai ilmu Islam. Dia mencoba satu bulan berjilbab di Malaysia.

Setiap hari, dia memakainya. Sempat merasa panas, tetapi hatinya tetap bersikeras untuk tetap berjilbab.

Arisa mencoba menghafal doa-doa yang diutarakan setiap hari. Sebenarnya, dia sudah bisa membaca Surah Alfatihah sebelum datang ke Malaysia karena setiap malam dia berlatih melalui telepon. Banyak orang men doakan agar dia semakin dikuatkan dalam memeluk Islam.

"Saya percaya kepada Allah, jadi saya mengucapkan syahadat di dalam hati dan berdoa agar membantu menyelesai kan masalah," jelas dia.

Pada Januari 2015 dia mene mu kan Alquran terjemahan bahasa Je pang di Malaysia. Sebelumnya, Arisa tidak mengetahui ada Alquran di Jepang dan dia hanya membaca Alquran berbahasa melayu atau Inggris.

Terjemahan Alquran berbahasa Jepang membuatnya semakin yakin akan kebenaran Islam. Dia menangis bahagia karena merasa mendapatkan hidayah. Arisa akhirnya yakin Allah selalu berada di sisinya dan memutuskan tidak akan hidup tanpa percaya kepada Allah. Saat itu, Arisa memutuskan untuk mengucapkan dua kalimah syahadat di depan publik, tetapi dia tidak mengetahui bagaimana caranya.

Arisa kemudian pergi ke sebuah masjid dan bertanya cara mengucapkan syahadat. Semua orang di masjid menyambut bahagia keinginannya.