Rabu , 13 September 2017, 14:52 WIB

Arisa Chan Bersyahadat karena Pelajari Budaya Melayu

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Risa Mizuni, Mualaf asal Jepang saat mengunjungi Masjid Tokyo Camii
Tokyo Camii

Pada Februari 2014 Arisa diajak memasuki Masjid Jami' di Tokyo. Ini adalah pertama kalinya dia memasuki tempat ibadah tersebut. Ketika masuk ke dalamnya, dia menyaksikan sendiri bagaimana umat Islam bersujud kepada Allah.

"Saya tidak tahu mengapa mereka shalat lima kali dalam sehari atau bahkan mengapa mereka melakukannya. Ya, itu karena mereka adalah Muslim. Namun, saya masih penasaran apa sebenarnya yang membuat mereka mau shalat," jelas dia.

Pertanyaan itu belum terjawab. Rasa penasarannya tak hilang. Dia terus mencoba mencari tahu tentang shalat. Tapi, tak juga menemukan jawabannya.

Suatu ketika, temannya mengarahkan Arisa untuk mengenakan jilbab. Wanita itu mencobanya. Dia merasakan kenyamanan ka rena seluruh tubuhnya tertutup, sehingga kecantikannya tak diumbar kepada khalayak.

Selama menutup aurat, dia merasakan bagaimana orang-orang sangat menghormatinya. Dia juga pernah melakukan hal sama ketika bepergian ke luar negeri. Kenyamanan itu membangkitkan keinginannya untuk berislam. Pada Juli 2014, kepada seorang temannya yang Muslim, Arisa mengutarakan keinginan tersebut.

Teman yang kerap membantunya dalam penerjemahan bahasa Jepang ke Melayu dan sebaliknya itu sangat senang. Dia membantu Arisa untuk bersyahadat.

"Hatiku penuh dengan cinta kepada Allah. Saya mengetahui ada Muslim Jepang yang memiliki masalah dan perasaan yang sama sebelum mengucapkan syahadat. Namun, itu tak menghalangi saya untuk bersyahadat," jelas dia.