Selasa 18 Jul 2017 16:22 WIB

Ruchell Chairman Sy Rasakan Nikmatnya Berpuasa

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Muslim Filipina
Foto: OnIslam.net
Muslim Filipina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mualaf asal Filipina ini, berikrar syahadat pada 2016 lalu. Perkenalannya dengan Islam bermula sejak dia menetap Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tayangantayangan keislaman yang tersebar di Youtube adalah media utama Sy belajar Islam.

Pria yang sejak kecil dididik sebagai pemeluk Katolik Roma ini, sebelum berislam, bahkan belajar berpuasa Ramadhan tiap tahun dan tak mau melewatkannya. Ramadhan 2009 adalah puasa pertamanya.

Bagi saya ibadah yang dilaksanakan sebulan penuh setiap tahun ini adalah sarana pengingat untuk Muslim. Berpuasa mengingatkannya tentang eksistensi orang-orang yang kurang beruntung sekaligus mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, Sang Mahapencipta.

Selama proses belajar, saya yang masuk Islam di usia 31 tahun ini, selalu men dapat dorongan dari teman-temannya yang beragama Islam agar segera bersyahadat, tetapi dia belum siap. Terlalu banyak pertanyaan yang saya hadapi saat ini," kata dia.

Selain belajar melalui buku dan video, dia memutuskan mengunjungi Pusat Mualaf Abu Dhabi, Mei 2016 lalu.

Di tempat inilah dia berkesempatan berdiskusi dengan manajer lembaga tersebut, yaitu Nasser Raciles.

Kunjungan ini tidak direncanakan. Saya menceritakan pada Raciles bahwa sebelumnya dia telah banyak belajar Islam dari video, membaca buku, dan hasil diskusi dengan teman-temannya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement