Jumat , 07 July 2017, 06:30 WIB
158 Warga di Oman Masuk Islam

Mualaf: Membaca Alquran Membuat Merinding

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agus Yulianto
Dok Dai Cordofa
Mualaf Filipina
Mualaf Filipina

REPUBLIKA.CO.ID, Departemen Wakaf dan Urusan Agama Oman mencatat selama April, Mei dan Juni sebanyak 158 warganya memeluk Islam. Mereka yang memeluk Islam di Oman berasal dari berbagai negara di antaraya dari Uganda, Filipina, Sri Lanka dan India. Mayoritas yang memeluk Islam adalah wanita.

Dilansir dari timesofoman.com, tiga orang mualaf menceritakan kisahnya ketika Ramadhan lalu. Mereka merupakan non Muslim yang baru mengenal Islam.

Bagi banyak Muslim Oman, Islam adalah jawaban bagi sebuah kekhawatiran dan solusi dari masalah. Islam merupakan sebuah pintu masuk untuk mendapatkan keluarga dan teman yang ramah.

Seorang warga Filipina Jubelyn Alto, mengenal Islam hanya dua bulan sebelum meyakinkan diri benar-benar memeluk Islam. "Saya datang ke Oman dua setengah tahun lalu, setelah sebelumnya menetap di Filipina. Saya memutuskan mempelajari tentang Islam, karena saya merasa memiliki beban berat setiap kali mengalami banyak masalah," ujar dia.

Alto menyadari, Islam memberikan dia sebuah perasaan yang baru. Dia menjalani hidup terasa ringan dan senang menemukan yang selama ini yang telah dicarinya. "Membaca Alquran membuat merinding, dan satu di dalam hati bahwa saya percaya untuk menyembah Allah SWT," ujar dia.

Saat mempelajari Islam, Alto mendapatkan, bantuan dari teman-teman muslimnya. Dia mendapatkan materi dan sumber lain untuk mempelajari Islam. Setelah mempelajari Islam melalui buku-buku dan dari cerita temannya, dia kemudian bertanya cara untuk memeluk Islam. Namun mereka tidak yakin cara pastinya. Akhirnya dia mengetahui cara menjadi mualaf melalui website Kementrian.

Dia mendaftar secara online untuk hadir dan mengucapkan syahadat. "Setelah menjadi mualaf, saya merasa beban masalah saya tak lagi terasa berat. Ini adalah perasaan luar biasa, saya tidak perlu berpikir terlalu banyak," tutur dia.

Setelah memeluk Islam, dia mulai membaca untuk mendalami Islam kemudian shalat lima waktu. Hidupnya terasa lengkap.

Seorang warga Filipina lainnya Ruth E Crus merupakan wanita muslimah yang memeluk Islam setelah menikah. "Saya menikahi seorang pria muslim Filipina saat berusia 27 tahun dan telah memiliki dua anak perempuan. Sejak dulu saya sudah akrab dengan Islam," kata dia.

Tetapi ketika bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah keluarga, baru mereka membantunya mempelajari bagaimana menjadi seorang Muslim. Cruz belajar tentang cara beribadah dan panduan lain, kemudian memutuskan masuk Islam.

"Saya senang bergabung dengan keluarga saya dalam Islam setelah bertahun-tahun. Saya juga telah belajar banyak mengenai Islam ketika di Oman," jelas dia.

Sebanyak 15 orang memeluk Islam ketika sebuah acara pengantar Islam diselenggarakan Ramadhan lalu. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan termasuk nonmuslim, duta besar dan pejabat tinggi.