Selasa , 13 Juni 2017, 05:19 WIB

William Pickard: Alquran Kebenaran Kekal yang Membuatku Bahagia

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko
Onislam.net
Mualaf (ilustrasi).
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Setiap bayi yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan suci sesuai fitrah Allah SWT. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi.

Fakta yang termaktub dalam sebuah sabda Rasulullah SAW itu, menggugah hati pemilik nama lengkap William Burchell Bashyr Pickard ini, memeluk Islam. Pickard butuh bertahun-tahun menyadari hingga akhirnya kembali ke fitrahnya.

Sejak di sekolah hingga kuliah, Pickard selalu disibukkan dan tuntutan hidup sehari-hari. Padahal, kariernya ketika muda tidaklah brilian, hanya terus menanjak.

Pickard lahir dari keluarga Nasrani. Sejak kecil sesuai ajaran agamanya saat itu, dia diajarkan untuk hidup baik, meyakini, dan menyembah tuhannya saat itu adalah sebuah kebenaran yang menyenangkan.

"Jika saya menyembah apa pun, itu merupakan tindakan seorang bangsawan dan penuh keberanian," kata pria kelahiran London, Inggris 31 Juli 1889 ini.

Petualangan Pickard menemukan hidayah berawal dari kisah perantauannya ke Afrika Tengah. Sosok yang pernah belajar di Cambridge ini mendapatkan pekerjaan bidang administrasi protektorat di Uganda.

Selama di negeri orang, cakrawalanya kian terbuka. Hidupnya lebih berwarna dibandingkan selama berada di tanah kelahirannya, Inggris. Pickard pertama kalinya berbaur dengan masyarakat yang berbeda ras. Ada persaudaraan dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Mereka juga hidup dengan sederhana, tetapi tetap penuh kebahagiaan.

Belakangan, negara di wilayah timur menarik perhatiannya. Terlebih, setelah dia belajar di Cambridge dan membaca kisah legendaris dari timur 1001 Malam.

"Saya mengubah cerita tersebut dan kehidupan liar saat mengembara, saya dapat memimpin di Protektorat Uganda, dan mereka tidak mengasingkan saya di Timur," kata dia.