Jumat , 07 April 2017, 19:00 WIB

Ini Alasan Laura Rodriguez Memilih Islam

Red: Agung Sasongko
Onislam.net
Mualaf
Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam adalah agama yang universal dan rahmat bagi sekalian alam. Islam sangat menjunjung tinggi ajaran moral dan akhlak. Seluruh inti dari ajarannya memberikan kedamaian, ketenangan, dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Selain itu, Islam tidak membeda-bedakan derajat laki-laki dan perempuan, kecuali atas dasar ketakwaannya kepada Sang Pencipta alam semesta.

Gambaran demikianlah yang membuat Laura Rodriguez memilih Islam dan keluar dari Katolik. Saya memilih Islam karena memberi saya hak-hak yang tidak diberikan oleh agama saya sebelumnya. Islam memberikan kebebasan individu dan hak-hak hukum, hak untuk pendidikan dan pekerjaan, bahkan hak untuk hidup bersama dalam sebuah perkawinan, ujar Laura Rodriguez, tentang pilihannya memeluk Islam. 

Laura tidak asal bicara. Lahir sebagai seorang Katolik dan dididik di sekolah Katolik dengan ajaran yang sangat ketat, ia sangat paham seluk-beluk agama itu. Tapi, perjalanan hidup mengantarkannya pada titik yang lain dari awal tempatnya berangkat. Saat tengah menekuni agama lamanya, Laura justru menemukan pencerahan dalam Islam. Ia menyatakan, saat ini dirinya sangat nyaman berada dalam naungan agama yang diridhai Allah ini.

Perempuan yang kini menjabat sebagai presiden Federasi Perempuan Muslim di Spanyol ini mengungkapkan, ‘penindasan’ terhadap kaum perempuan masih berlaku hingga saat ini di negaranya yang mayoritas warganya adalah Katolik.

Para perempuan Katolik tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan. Bahkan, sampai saat ini, perempuan Katolik di Spanyol perlu mendapatkan perizinan khusus dari suami meski hanya untuk membuka rekening bank, ujar Laura, sebagaimana dikutip muslimdaily.net.

Padahal, lanjutnya, dalam Islam seorang perempuan juga mempunyai hak untuk mendapatkan yang lebih baik, termasuk dalam membangun rumah tangga bersama suaminya. Sebelumnya, perempuan dibatasi hanya melahirkan anak-anak. Mereka tidak berhak mengajukan perceraian bila tidak ada kecocokan dalam rumah tangga. Dan Islam, memberikan semua hak itu, yang menurut saya sangat sesuai dengan kodrat perempuan,’’ katanya.

Ia menambahkan, kaum perempuan baru memperoleh hak mereka sejak negara-negara Eropa Kristen menjadi sekuler setelah Revolusi Prancis. Kondisi tersebut, kata dia, membuat pihak gereja kehilangan kekuasaannya untuk mempengaruhi masyarakat.