Rabu , 05 April 2017, 17:10 WIB

Jasmine Crawford Nikmati Manisnya Hidayah

Red: Agung Sasongko
google
jasmine crawford
jasmine crawford

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- “Sebelum memeluk Islam, saya hanya mengenalnya seperti orang kebanyakan, yakni Islam adalah teroris dan wanitanya berpakaian tertutup. Sayang sekali saya mendapati sebagian Muslim tidak mengamalkan ajaran Islam dan mereka tidak mewakili Islam dengan benar. Mereka memberikan gambaran Islam yang salah,” ujar Jasmine Crawford kecewa. 

Warga New York AS ini mengungkapkan kekesalannya pada Muslimin yang justru mencoreng nama baik Islam. Namun, hidayah tak akan salah jalan.

Jika Allah menghendaki memberikan hidayah kepada seseorang maka tak ada yang mampu menghalanginya. Meski Jasmine mengenal Islam dengan citra yang buruk, ia justru mempelajarinya kemudian mendapatkan manisnya hidayah.

Ditayangkan dalam program “They Chose Islam” The Algerian TV, Jasmine mengisahkan perjalanannya menuju hidayah tersebut. Dengan citra Islam yang buruk di kalangan warga AS, Jasmine pun berkesimpulan Islam hanyalah gaya hidup semata, bukan agama. Ia pun amat tak tertarik dengan agama akhir zaman ini.

Hingga kemudian, Jasmine memiliki teman Muslim. Dari situlah, pandangan Jasmine mulai berubah. Tak hanya satu, ia pun kemudian bergaul dengan lebih banyak Muslim untuk lebih mengenal Islam. “Begitulah saya mengenal Islam karena saya memiliki beberapa teman Muslim,” ujarnya tersenyum.

Maka, dimulailah pencarian hidayah itu. Jasmine yang merupakan seorang Katolik taat mulai mempelajari berbagai agama. Tak hanya Islam, ia juga mempelajari Kristen dan Yahudi. Namun, di ujung pencariannya, ia memilih menjadi seorang Muslimah.

“Saya mempelajari berbagai agama. Awalnya saya bermaksud sekadar belajar. Tapi, semakin banyak saya belajar, semakin saya tertarik pada Islam. Saya kemudian memilih Islam karena saya percaya ini adalah ajaran yang benar. Saya memohon kepada Allah agar membimbing saya dan memberi saya petunjuk,” ujarnya dengan mata berbinar.