Jumat , 31 March 2017, 16:16 WIB

Ketika Komedian Hollywood Pelajari Keindahan Islam

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko
Preacher Moss
Preacher Moss

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Nama Preacher Moss sudah tidak asing lagi bagi publik Amerika Serikat (AS) umumnya dan komunitas Muslim khususnya yang menggemari komedi. Moss adalah pendiri dari kelompok komedi Allah Made Me Funny dan membuatnya menjadi salah seorang komedian Muslim yang kerap membuat orang terpingkal-pingkal karena banyolan-banyolannya.

Salah satu banyolan Moss yang terkenal adalah ketika ia bercerita, Jika mungkin dan dibolehkan, saya ingin mengganti nama saya dengan nama ‘Allahu Akbar’. Saya membayangkan, pasti akan hebat sekali ketika saya di bandara dan petugas bandara menyebut nama saya yang tertera di paspor ‘Allahu Akbar’. Banyolan yang pasti membuat orang tersenyum. Tentu saja, Moss tidak bermaksud melakukan penghinaan dengan humornya itu.

Moss mendapatkan inspirasi untuk humor-humornya dari pengalamannya sehari-sehari sebagai seorang Muslim yang berasal dari kalangan warga kulit hitam di AS dan saat ia bergaul dengan banyak anak jalanan di lingkungan tempat tinggalnya di Washington DC.

Sebelum memeluk Islam, Moss adalah seorang penganut Kristen dan dibesarkan dengan didikan Kristen oleh keluarganya. Munculnya gerakan Black Panther dan Nation of Islam dengan pemimpin-pemimpinnya, seperti Malcolm X, telah memberikan pengaruh besar bagi dirinya sebagai anak muda kulit hitam di AS ketika itu dan menjadi awal perkenalannya dengan Islam.

Moss masih mengingat dua kenangan besar dalam hidupnya, yang telah mendorongnya untuk mempelajari kekuatan dan keindahan Islam dari gerakan-gerakan hak asasi di AS. Ia menyebutnya sebagai Islam protes dan Islam regular atau Islam yang lahir dari Nation of Islam dan harga diri warga kulit hitam dengan Islam yang dibawa oleh para imigran dan generasi Muslim pertama di AS.