Jumat 05 Feb 2016 21:29 WIB

Dalton Mtengwa, Berandalan Inggris yang Bersyahadat

Rep: MGROL57/ Red: Agung Sasongko
Mualaf (ilustrasi)
Foto: Onislam.net
Mualaf (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Jumlah mualaf di Inggris meningkat dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Demikian, laporan penelitian Pusat Studi Islam Universitas Cambridge. '

Dari laporan itu diketahui, mualaf pria sering mengalami kesalahpahaman dengan orang-orang yang mereka kenal, dipandang berbeda pula dalam agama yang baru mereka peluk. Akan tetapi, di tengah situasi ini, tetap banyak anak-anak muda Inggris hijrah ke Islam.

Salah satunya Dalton Mtengwa, yang baru berusia 24 tahun. Mtengwa sebelumnya dibesarkan di keluarga Kristen, tetapi ia sendiri tak banyak beribadah saat masih memeluk Kristen. “Saya hijrah ke Islam karena saya menemukan kebenaran, agama yang benar,” cerita Mtengwa, dilansir vice.com, Jumat (5/2).

“Tidak banyak yang bisa dipraktikkan dalam Kristen. Di Islam, lebih banyak doktrin dan disiplin,” kata dia.

Mtengwa sebelumnya pun pernah melakukan tindak kriminal, mencuri, perampokan, kejahatan bersama gengnya. Ia merasa tertekan dengan situasi perkawanannya yang begitu materialistis, itulah alasannya mencuri—agar memiliki uang lebih. Di tengah frustasi dan depresi yang melanda, Mtengwa Februari lalu memutuskan untuk melafalkan syahadat dan memeluk Islam.

“Islam mengajarkan saya untuk rendah hati dan tidak serakah. Ketika Anda mati, benda-benda tidak akan mengikutimu. Hanya amalmu, Allah hanya menilai kita dengan amal, bukan karena Anda mengemudikan Mercedes Benz.”

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement