Kamis , 07 September 2017, 19:13 WIB

Produsen Vaksin MR Pelajari Skema Sertifikasi Halal

Rep: Fuji EP/ Red: Endro Yuwanto
Republika/Edi Yusuf
Vaksin
Vaksin

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) bersama Kementerian Kesehatan dan Bio Farma sepakat mensertifikasi vaksin measles rubella (MR). Bio Farma yang menjadi pelaksana impor vaksin MR dari India menyampaikan, saat ini produsen vaksin MR di India sedang mempelajari skema sertifikasi halal. 

 "Partner kami saat ini sedang mempelajari skema sertifikasi halal tersebut serta semua data-data kelengkapannya sudah kami sampaikan," kata Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto kepada Republika.co.id, Kamis (7/9).

Bambang menerangkan, Bio Farma sudah menyampaikan tentang sertifikasi halal ke partnernya di India. Pihak produsen vaksin MR cukup kooperatif dengan Bio Farma. "Sebagai produsen, mereka tentu memahami ada regulasi yang harus dipenuhi," jelasnya. 

Namun, lanjut Bambang, skema sertifikasi halal di setiap negara berbeda-beda. Tentu pihak produsen vaksin MR memerlukan waktu untuk mempelajari skema sertifikasi halal yang ada di Indonesia. "Tapi, Bio Farma sudah menyampaikan data-data yang dibutuhkan dan skema sertifikasi halal kepada mereka,'' ucapnya.

Mengenai persiapan Bio Farma untuk mensertifikasi halal vaksin MR, dikatakan Bambang, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak produsen vaksin MR di India. "Secara internal, kami terus berkomunikasi dengan pihak partner dari India untuk menjembatani terkait proses sertifikasi tersebut," ujarnya.

Bambang menginformasikan, vaksin MR yang digunakan di Indonesia juga digunakan di 140 negara yang ada di dunia. Termasuk digunakan di negara-negara Islam, seperti di Arab Saudi. Memang hanya ada satu pabrik yang memproduksi vaksin MR, yakni di India. 

Bambang juga menjelaskan, ada tiga fokus vaksin, di antaranya kualitas (quality), keamanan produk (safety) dan keampuhan produk (efficacy). Tiga hal tersebut sesuai dengan panduan World Health Organization (WHO). "Jadi aturan globalnya terpenuhi ketiga aspek tersebut, untuk semua vaksin aspek itu, tidak hanya vaksin MR saja," ujarnya.

Bambang menambahkan, Bio Farma sebenarnya sedang membuat vaksin juga. Tapi baru selesai beberapa tahun ke depan. Saat ini Bio Farma sudah masuk ke tahap pengembangan vaksin MR. "Diharapkan dua tahun ke depan selesai, jadi masih proses uji klinik," jelasnya.