Ahad , 14 May 2017, 01:10 WIB

Imam Masjidil Haram Sebut Bandung Kota Modern dan Islami

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nidia Zuraya
 Imam besar Masjidil Haram Syekh Adil Al Kalbani (tengah) bersama Syekh Ali Jabir ( kanan) memberikan tausiyah jelang penyerahan Al Quran digital Braille kepada penderita tuna netra di masjid Al Latif, Jakarta, Selasa (24/2).  (Republika/Rakhmawaty La'lang
Imam besar Masjidil Haram Syekh Adil Al Kalbani (tengah) bersama Syekh Ali Jabir ( kanan) memberikan tausiyah jelang penyerahan Al Quran digital Braille kepada penderita tuna netra di masjid Al Latif, Jakarta, Selasa (24/2). (Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Imam Besar Masjidil Haram Syekh Adil Alkalbani didampingi dai nasional Syekh Ali Jaber berkunjung ke Kota Bandung pada Jumat (12/5) kemarin. Menurut Imam Besar Masjidil Haram Adil Alkalbani, ia sudah tujuh kali datang ke Indonesia.

Syekh Adil Alkalbani berharap, Kota Bandung harus menjadi kota yang nyaman dan keislamannya melekat baik. "Mudah-mudahan Kota Bandung bisa menjadi kota percontohan untuk kota kota lainnya. Karena, Kota Bandung itu kota yang modern dan nilai Islaminya pun ada," kata Adil Alkalbani saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jumat (12/5) malam.

Adil Alkalbani pun, mengaku senang sekali ke Indonesia. Apalagi, ia mendapatkan kemudahan dan fasilitas yang baik selama di Indonesia.

Menurut Adil, agama Islam mendorong umatnya agar menjalankan hidup yang lebih baik. Setelah mengetahui bahwa di Kota Bandung banyak sekali program keislaman, ia mengaku sangat senang. "Karena, kota yang makmur adalah kota yang dekat dengan Allah," ujarnya.

Menurut imam besar Masjidil Haram tersebut, dirinya pun memiliki program untuk mengembangkan Alquran braille bersama Syekh Ali Jaber. Selain itu, program bedah rumah pun dicanangkan oleh dirinya agar masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Namun, kata dia, untuk mendapatkan bedah rumah ada syaratnya, sebagai anak dari orang tua harus hafal Alquran. Jadi, kalau ada warga di Indonesia yang anaknya hafiz Alquran, tapi rumahnya butuh bantuan, maka akan dibantu.

"Alhamdulillah, sekarang sudah 100 rumah yang dibongkar dan diprioritaskan orang yang berhak untuk mendapatkan program bedah rumah tersebut," katanya.

Berita Terkait