Rabu , 22 March 2017, 20:00 WIB

Menghindarkan Fitnah Bagi Wanita

Rep: Syahruddin el-Fikri/ Red: Agung Sasongko
getreligion.com
Muslimah Amerika/ilustrasi
Muslimah Amerika/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam bukunya Jilbab Menurut Alquran dan As-Sunnah, Husein Shahab, menyatakan, banyak fitnah yang seringkali ditujukan pada wanita, khususnya yang tanpa menggunakan jilbab. Di antaranya, fitnah mulut, fitnah suara, fitnah wewangian, fitnah berhias, fitnah pandangan, dan fitnah pakaian.

Fitnah mulut

Kaum wanita sering kali bergosip, membicarakan sesuatu yang kurang jelas juntrungannya. Bahkan, aib orang pun sering dibicarakan. Karena hal itu, gosip dan fitnah hampir tak bisa dibedakan lagi.

Fitnah suara

Kendati mulut sudah terkendali dengan baik, fitnah masih juga bisa menyebar melalui tingkah seseorang yang menarik perhatian. ''Dan, janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasannya yang mereka sembunyikan.'' (QS 24 : 31).

Fitnah wewangian

Wewangian merupakan duta yang bekerja di antara dua hati yang kotor dan bertentangan dengan etika Islam. Di satu sisi, Islam menganjurkan umatnya menggunakan wewangian sekadarnya, dia akan menjadi fitnah manakala digunakan secara berlebihan bahkan membangkitkan aroma bagi orang lain.

''Bila seorang wanita memakai wewangian, lalu berjalan melewati majelis (laki-laki), maka dia telah melakukan perzinaan.'' (HR Muslim).

Fitnah berhias

Berawal dari pamer diri, kaum wanita berlomba menampakkan kecantikannya. Minat dan keinginan itu senantiasa terpendam dalam hati. Namun, ia akan tampak ketika berhias dan mengenakan pakaian yang sangat tipis. Alquran menggambarkannya sebagai tabarruj al-jahiliyyah (berhias ala jahiliyah).

Fitnah pandangan

Pengkhianatan hati yang paling berbahaya adalah memandang. Dari memandang kemudian dapat menimbulkan fitnah yang berlebihan, seperti selingkuh, berzina, dan lain sebagainya. Alquran telah menegaskan wanita untuk menggunakan jilbab. Lihat QS An-Nur ayat 30-31.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan kaum wanita Muslim untuk menggunakan jilbab. Sebab, dengan berjilbab, kehormatan dan kemuliaan seorang wanita akan terpelihara. Selain itu, dengan menutup aurat, menunjukkan sifat malunya sebagai seorang makhluk mulia yang bernama manusia.

''Setiap agama mempunyai akhlak dan akhlak Islam adalah malu. Jika kamu tidak merasa malu, berbuatlah sekehendak hatimu.''