Selasa , 14 Maret 2017, 14:49 WIB

Snada Raih Lifetime Achievement Awards Nasyid Golden Memories

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agung Sasongko
dok.Istimewa
Kelompok Nasyid Snada meraih Lifetime Achievement Award dalam acara Nasyid Golden Memories yang digelar di Padepokan Seni Mayang Sunda, Bandung akhir pekan lalu.
Kelompok Nasyid Snada meraih Lifetime Achievement Award dalam acara Nasyid Golden Memories yang digelar di Padepokan Seni Mayang Sunda, Bandung akhir pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Nasyid Golden Memories berikan Lifetime Achievement Award kepada Kelompok nasyid Snada. Nasyid Golden Memories sendiri merupakan gelaran nostalgia nasyid-nasyid era 90-an.

Rinna Mayasari dari Harmoni Enterprise menjelaskan, Nasyid Golden Memories merupakan perhelatan nasyid perdana dengan konsep nostalgia dengan lagu-lagu nasyid lawas era 90-an. Grup-grup nasyid dan para musyid legendaris baik dari asal Bandung maupun dari Jakarta dan Malang tampil pada perhelatan yang digelar akhir pekan lalu di Padepokan Seni Mayang Sunda Jalan Peta Kota Bandung itu.

Snada, Gradasi, The Fikr, Hawari, Mupla, Shoutul Harokah, Shoutul Haq, BPM, Nahawan Voice, Shoutul Harokah feat Hudzaifah, Udep Bin Taufik Ridho, BPM, Swanni, Bang Ikmal Suara Persaudaraan turut membangkitkan kenangan nostalgia kejayaan nasyid Tanah Air.

Praktisi salah satu radio swasta di Kota Bandung itu menambahkan, konser musik nasyid gratis ini, bagaian rangkaian kegiatan memperingati hari jadi ke 45 Radio Lita 90.9 FM Bandung.

''Kami harap konser nostalgia perdana ini jadi awal kebangkitan kembali nasyid di Tanah Air, dari Bandung mendunia. Kegiatan ini layak disejajarkan dengan gelaran musik bertaraf nasional lainnya,'' ungkap Rina melalui keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Senin (13/2).

Bandung sendiri tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan genre musik nasyid Indonesia, bahkan manca negara. Grup-grup nasyid besar seperti The Fikr, Hawari, Mupla, Shoutul Harokah, Shoutul Haq, BPM, Nahawan Voice dan lainnya lahir di Bandung.

Dalam Nasyid Golden Memories tersebut, Snada mendapat Lifetime Achievement Award yang masih mewarnai seni musik Indonesia selama lebih dari 25 tahun ini. Kepada Republika.co.id, anggota Snada Iqbal Taqiudin menyampaikan syukut dan berterima kasih kepada Radio Lita FM dan Asosiasi Nasyid Nusantara (ANN) atas penghargaan Lifetime Achievement atas hasil karya Snada.

''Alhamdulillah sejak tahun 1991, lebih dari 12 album dapat diterima dan memberikan inspirasi bagi masyarakat sebagai musik alternatif dakwah dalam menyampaikan pesan yang religius dan humanis bagi segala lapisan sesuai dengan motto kami, nasyid for all,'' tutur Iqbal.

Sesuai motto itu pula, Snada ingin memperkenalkan nasyid Indonesia ke manca negara, membawa misi etnik religius yang moderen dengan konsep world musik. Snada sudah pernah menggelar pertunjukan di Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Jeddah.

''Ke depan, Snada ingin membawa musik mereka ke Eropa dan Amerika dimana Muslim jadi minoritas untuk membawa pesan Muslim Indonesia yang bersahabat dan dan cinta damai,'' ujar Iqbal.

Selain itu, Snada tetap memproduksi lagu-lagu dengan tema humanis religius, bahasa yang sederhana, dan easy listening baik dalam bentuk acapella maupun musik etnik tradisional. Lagu-lagu ini dipromosikan melalui media sosial dan Youtube sehingga dapat diikuti oleh kaum muda yang dekat dengan gadget.

Fuji Pratiwi